EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DAN PROBLEM SOLVING AND REASONING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN DI KOTA MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017

SULISTYOWATI, FITRIA (2018) EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION DAN PROBLEM SOLVING AND REASONING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMPN DI KOTA MAGELANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (409Kb)

    Abstract

    Fitria Sulistyowati. 2017. Eksperimentasi Model Pembelajaran Problem Based Instruction dan Problem Solving And Reasoning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar ditinjau dari Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMPN di Kota Magelang Tahun Pelajaran 2016/2017. Tesis. Pembimbing: Prof. Dr. Budiyono, M.Sc. Kopembimbing: Drs. Isnandar Slamet, M.Sc., Ph.D. Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Surakarta. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pada pembelajaran materi bangun ruang sisi datar, kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis peserta didik manakah yang lebih baik, antara peserta didik yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI), Problem Solving and Reasoning (PSR) atau pembelajaran langsung; (2) pada pembelajaran materi bangun ruang sisi datar, kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis peserta didik manakah yang lebih baik, antara peserta didik yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang atau rendah; (3) pada masingmasing kemandirian belajar, kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis peserta didik manakah yang lebih baik, antara peserta didik yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran PBI, PSR atau pembelajaran langsung; (4) pada masing-masing model pembelajaran, kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis peserta didik manakah yang lebih baik, antara peserta didik yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang atau rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMPN se-Kota Magelang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 271 siswa dengan rincian 91 siswa pada kelas eksperimen satu, 92 siswa pada kelas eksperimen dua dan 88 siswa pada kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis, serta angket kemandirian belajar. Uji coba instrumen tes kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas. Uji coba instrumen angket kemandirian belajar meliputi validitas isi, indeks konsistensi internal, dan reliabilitas. Pada pengujian hipotesis digunakan analisis variansi multivariat dua jalur dengan sel tak sama sedangkan pada uji lanjut digunakan analisis variansi dua jalur dengan sel tak sama dan uji komparasi ganda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil: (1) siswa yang dikenai model pembelajaran PBI memperoleh kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis yang sama dengan yang dikenai model pembelajaran PSR, tetapi lebih baik daripada yang dikenai model pembelajaran langsung dan siswa yang dikenai model pembelajaran PSR memperoleh kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis yang lebih baik daripada yang dikenai model pembelajaran langsung; (2) siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan kemandirian belajar sedang dan rendah. Siswa dengan kemandirian belajar sedang me viii miliki kemampuan pemecahan masalah yang sama dengan rendah. Pada kemampuan komunikasi matematis, siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan sedang, tetapi lebih baik daripada rendah dan siswa dengan kemandirian belajar sedang memiliki kemampuan yang sama baiknya dengan rendah; (3) pada masing-masing kelompok kemandirian belajar, siswa yang dikenai model pembelajaran PBI memperoleh kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis yang sama dengan yang dikenai model pembelajaran PSR, tetapi lebih baik daripada yang dikenai model pembelajaran langsung dan siswa yang dikenai model pembelajaran PSR memperoleh kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis yang lebih baik daripada yang dikenai model pembelajaran langsung; (4) pada masing-masing kelompok model pembelajaran, siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan kemandirian belajar sedang dan rendah. Siswa dengan kemandirian belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang sama dengan rendah. Siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis yang sama baiknya dengan sedang, tetapi lebih baik daripada rendah dan siswa dengan kemandirian belajar sedang memiliki kemampuan komunikasi matematis yang sama baiknya dengan rendah. Kata Kunci : PBI, PSR, kemandirian belajar, kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis. ix Fitria Sulistyowati. 2017. The Experiment of Problem Based Instruction and Problem Solving and Reasoning on Problem-Solving and Mathematics Communication Abilities viewed from Self-Regulated Learning on Grade VIII of Junior High School Students in Magelang City on Academic Year 2016/2017. Consultan: Prof. Dr. Budiyono, M.Sc., Co-consultan: Drs. Isnandar Slamet, M.Sc., Ph.D. Thesis. Surakarta. Master of Mathematics Education Department, Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University of Surakarta. ABSTRACT This study aims to determine that in Polyhedron learning: (1) problem-solving and mathematical communication abilities which students were better, among students whose learning using Problem Based Instruction (PBI), Problem Solving and Reasoning (PSR) or direct learning; (2) problem-solving and mathematical communication abilities which students were better, among students who had high, medium or low self-regulated learning (SRL); (3) at each level of SRL, problemsolving and mathematical communication abilities which students were better, among students whose learning using PBI, PSR or direct learning; (4) at each learning model, problem-solving and mathematical communication abilities which students were better, among students who had high, medium or low SRL. This was quasi-experimental research with population was Junior High School students on VIII grade in Magelang City. Sampling technique was using stratified cluster random sampling and obtained 271 students as sample with 91 students in experimental class I, 92 students in experiment class II, and 88 students in control class. The instruments used to collect data were test of problem-solving and ma-thematical communication abilities and questionnaire of SRL. Instrument problem-solving and mathematical communication abilities tested content validity, difficulty level, discrimination index and reliability. The SRL questionnaire tested content validity, internal consistency index, and reliability. In testing the hypothesis used two-way MANOVA with difference cells whereas the father testing used two-way ANOVA with different cells and double comparation test. .The results showed as follows: (1) the PBI learning model provides the same problem-solving and mathematical communication abilities with the PSR learning model, but better than direct learning. The PSR learning model provides better problem-solving and mathematical communication abilities than direct learning; (2) students with high SRL level had better problem-solving ability than medium and low. Students with medium SRL level had the same problem-solving ability as low. Students with high SRL level had as good mathematical communication ability as medium, but better than low and students with medium SRL level had as good mathematical communication ability as low; (3) at each level of SRL, PBI learning model provides problem-solving and mathematical communication abilities same as PSR learning model, but better than direct learning. The PSR learning model provides problem-solving and mathematical communication abilities better than direct learning; (4) in each learning model, students with high SRL x level had better problem-solving ability than medium and low. Students with medium SRL level had the same problem-solving ability as low. Students with high SRL level had mathematical communication ability as good as medium, but better than low, and students with medium SRL had mathematical communication ability as good as low. Keywords: PBI, PSR, SRL, problem-solving and mathematics communication abilities.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 24 Jan 2018 15:01
    Last Modified: 24 Jan 2018 15:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39371

    Actions (login required)

    View Item