Penerapan Model Pembelajaran CORE pada Materi Momentum untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 7 Surakarta

Agustiani, Esty (2018) Penerapan Model Pembelajaran CORE pada Materi Momentum untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas X MIA 6 SMA Negeri 7 Surakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (739Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Esty Agustiani. K2313020.PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE PADA MATERI MOMENTUM UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS X MIA 6 SMA NEGERI 7 SURAKARTA.Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, November 2017. Penelitian ini bertujuan meningkatkankemandirian belajar siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 7 Surakarta tahun ajaran 2016/2017 melalui penerapan model pembelajaranCORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending). Pada tahap Pra Siklus dilakukan identifikasi masalah yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Fokus masalah yang diperoleh adalah masih rendahnya kemandirian belajar siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model dari Kemmis dan Mc. Taggart, serta model kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 7 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 31 siswa. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah kemandirian belajar yang diperoleh dari observasi, angket, dan wawancara.Data divalidasi menggunakan teknik triangulasi data dari lembar observasi pada tiap pertemuan yang didukung oleh angket dan wawancara. Penerapan model pembelajaran CORE yang terdiri dari empat tahap pembelajaran yaitu connecting (menghubungkan pengalaman dengan pengetahuan baru), organization (mengorganisasi informasi yang diperoleh), reflecting (memikirkan secara mendalam informasi yang diperoleh), dan extending (memperluas pengetahuan yang diperoleh). Target yang ditentukan pada penelitian ini adalah 75% siswa mencapai nilai kemandirian belajar ≥75 pada setiap aspek kemandirian belajar. Aspek kemandirian belajar yang diukur pada penelitian ini adalah consistence, systematic, dan innovative. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh presentase siswa yang memiliki nilai aspek kemandirian belajar ≥75 meningkat menjadi 90,32% pada aspek consistence; 93,55% pada aspek systematic; dan 77,42% pada aspek innovative. Aspek consistence meningkat 16,13% dari Siklus I dan 29,03% dari Pra Siklus; aspek systematic meningkat 9,68% dari Siklus I dan 22,58% dari Pra Siklus; serta aspek innovative meningkat 25,81% dari Siklus I dan 58,07% dari Pra Siklus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa mengalami peningkatan melalui penerapan model pembalajaran CORE dengan metode demonstrasi dan mencapai target yang ditentukan. Kata kunci: PTK, Model Pembelajaran CORE, Kemandirian Belajar, Momentum.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QC Physics
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Fisika
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 23 Jan 2018 13:51
    Last Modified: 23 Jan 2018 13:51
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39344

    Actions (login required)

    View Item