EFEK ANTIHELMINTIK INFUSAHERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata, Nees)TERHADAP Ascaris suum SECARA in vitro

BUDIYANTI, RANI TIYAS (2010) EFEK ANTIHELMINTIK INFUSAHERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata, Nees)TERHADAP Ascaris suum SECARA in vitro. Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (310Kb)

    Abstract

    Rani Tiyas Budiyanti, G0006020, 2010. EFEK ANTIHELMINTIK INFUSA HERBA SAMBILOTO ( Andrographis paniculata, Nees) TERHADAP Ascaris suum SECARA in vitro. FAKULTAS KEDOKTERAN, UNIVERSITAS SEBELAS MARET, SURAKARTA Tujuan Penelitian : Sambiloto mengandung saponin, tannin, dan andografolid yang memiliki aktivitas antihelmintik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya efek antihelmintik infusa herba sambiloto (Andrographis paniculata, Nees) terhadap Ascaris suum secara in vitro. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental murni dengan metode the post test only control group design, yang dilakukan di LaboratoriumParasitologi Universitas Sebelas Maret Surakarta. Hewan uji yang digunakan adalah cacing Ascaris suum. Penentuan jumlah sampel tiap-tiap kelompok menggunakan teknik quota sampling. Penelitian dilakukan dalam 3 tahap menggunakan infusa herba sambiloto konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, 100%, aquades (kontrol negatif), dan pirantel pamoate 0,236%. Efek antihelmintik ditentukan dengan menghitung LC50 infusa herba sambiloto, sedangkan keefektivitasaninfusa herba sambilotoditentukan berdasarkan perbandingan LT50 nya dengan LT50 pirantel pamoate sebagai “drug of choice” penyakit askariasis. Data yang diperoleh diuji statistik dengan uji Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui normalitas distribusinya, Uji Korelasi Pearson untuk mengetahui korelasi antara konsentrasi infusa herba sambiloto dengan jumlah kematian cacing, dan Analisis Probituntuk mencari LC50dan LT50. Hasil Penelitian : Hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa sebaran data normal (p=0.2 atau p>0.05), hasil Uji Korelasi Pearson menunjukkan hasil yang signifikan (p=0.00 atau p<0.05) dan menunjukkan korelasi yang kuat (r = 0,999). Hasil Analisis Probit menunjukkan bahwa LC50 infusa herba sambiloto adalah 61.13% dan LT50 nya adalah 6 jam 34 menit. Sedangkan LT50 pirantel pamoate adalah 4 jam 16 menit. Simpulan Penelitian: Simpulan dari penelitian ini adalah infusa herba sambiloto memiliki efek antihelmintik dengan LC50 61,13 % walaupun efektifitasnya sebagai antihelmintik lebih rendah daripada pirantel pamoate. Kata kunci : antihelmintik, sambiloto, saponin, tannin, andrografolid, Ascaris suum

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Pendidikan Kedokteran
    Depositing User: Users 849 not found.
    Date Deposited: 14 Jul 2013 20:12
    Last Modified: 14 Jul 2013 20:12
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3934

    Actions (login required)

    View Item