MIGRASI INTERNASIONAL, MODAL SOSIAL DAN KEBERDAYAAN TKI PURNA (STUDI KASUS DI KABUPATEN PONOROGO JAWA TIMUR)

R, DIAN ULFAH (2018) MIGRASI INTERNASIONAL, MODAL SOSIAL DAN KEBERDAYAAN TKI PURNA (STUDI KASUS DI KABUPATEN PONOROGO JAWA TIMUR). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (256Kb)

    Abstract

    Di Indonesia, fenomena TKI yang tidak berdaya lebih banyak disebabkan oleh ketidakmampuan TKI secara individu untuk mengoptimalkan remitansi, baik ekonomi maupun sosial serta modal sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna migrasi internasional, pola penggunaan remitansi dan peran modal sosial berkaitan dengan keberdayaan TKI purna. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modal sosial dari Coleman, Putnam dan Fukuyama sebagai pondasi dasar berkembangnya teori modal sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, sehingga penelitian ini mampu mendeskripsikan sekaligus mengungkapkan Keberdayaan TKI Purna di Kabupaten Ponorogo. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling, yaitu memilih informan yang dianggap dan dipercaya mengetahui masalah yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini melibatkan para TKI purna di kabupaten Ponorogo yang berdaya melalui kegiatan berwirausaha di kampung halaman masing-masing. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi secara langsung, wawancara secara mendalam serta dilengkapi dengan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, migrasi internasional berimplikasi pada kehidupan para TKI, dimana TKI mengalami keberdayaan secara ekonomi. Keberdayaan tersebut pada akhirnya dimaknai secara makro sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Keberdayaan secara ekonomi, terlihat dari upaya para TKI purna untuk meningkatkan kualitas kesehatan, gizi dan pendidikan keluarga. Kedua, remitansi terbagi atas dua, remitansi ekonomi dan remitansi sosial. Pola penggunaan remitansi ekonomi secara signifikan terbagi atas dua, yaitu konsumtif dan produktif. Sedangkan remitansi sosial adalah pengetahuan, ketrampilan, gagasan, kapital sosial yang diperoleh selama bekerja di luar negeri untuk keluarga serta komunitas di daerah asalnya. Ketiga, Modal Sosial yang dimanfaatkan TKI purna adalah modal sosial bonding, bridging dan linking. Pemanfaatan modal sosial ketiganya, sangat dipengaruhi jenis usaha masing-masing TKI purna. Semakin besar jenis usaha yang digeluti seorang TKI purna sebagai pelaku bisnis semakin besar pula modal sosial yang dimilikinya. Keempat, keberdayaan yang dicapai TKI purna masyarakat Ponorogo diantaranya adalah, keberdayaan ekonomi dan keberdayaan non ekonomi. Keberdayaan ekonomi dicapai melalui kegiatan berwirausaha di lingkungan masing-masing TKI purna tersebut. Keberdayaan secara ekonomi ditandai oleh kemapanan secara materi berupa kepemilikan asset pribadi (tangible asset). Sementara, keberdayaan usahanya terlihat pada semakin berkembangnya usaha yang dirintis masing-masing TKI dengan dibukanya beberapa cabang usaha di beberapa wilayah dalam maupun luar daerah. Beberapa TKI purna juga terlihat mulai merambah pada jenis usaha baru. Perkembangan usaha yang dirintis para TKI purna, tidak lain karena didukung oleh keberdayaan TKI dalam hal kemudahan memperoleh akses usaha meliputi modal usaha, akses teknologi dan akses pasar. Sedangkan keberdayaan non-ekonomi, terlihat kemampuan para TKI untuk mempresentasikan diri pada lingkungan sosialnya.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Sosiologi - S2
    Depositing User: Noviana Eka
    Date Deposited: 20 Jan 2018 07:11
    Last Modified: 20 Jan 2018 07:11
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39297

    Actions (login required)

    View Item