PENALARAN ANALOGI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMPN 4 KARANGANYAR

MASHURI, ANWAS (2018) PENALARAN ANALOGI DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMPN 4 KARANGANYAR. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1354Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana penalaran analogi siswa kelas VIII F dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tingkat kecemasan matematika rendah di SMPN 4 Karanganyar?; (2) Bagaimana penalaran analogi siswa kelas VIII F dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tingkat kecemasan matematika rendah di SMPN 4 Karanganyar?; (3) Bagaimana penalaran analogi siswa kelas VIII F dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tingkat kecemasan matematika rendah di SMPN 4 Karanganyar? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 4 Karanganyar pada tahun pelajaran 2016/2017. Subjek dipilih menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara berbasis tugas. Validasi data menggunakan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Simpulan pertama adalah penalaran analogi siswa dengan kecemasan matematika rendah. Siswa melakukan proses penalaran analogi yang baik dalam menyelesaikan masalah. Pada tahap encoding, siswa mengumpulkan informasi dan ciri-ciri pada masalah sumber dan masalah target dengan baik. Selanjutnya, siswa mengidentifikasi bahwa masalah sumber dan masalah target merupakan masalah yang sama. Pada tahap inferring, siswa menyimpulkan informasi dan ciri-ciri yang telah diperoleh. Selanjutnya, dari simpulan tersebut digunakan untuk menyelesaikan masalah sumber. Pada tahap mapping, siswa memetakan penyelesaian informasi dan cara penyelesaian masalah sumber ke masalah target. Pada tahap applaying, siswa memilih jawaban masalah target dengan tepat, dan siswa menjelaskan analogi atau keserupaan pada masalah sumber dan masalah target. Simpulan kedua adalah penalaran analogi siswa dengan kecemasan matematika sedang. Siswa melakukan proses penalaran analogi yang baik dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Pada tahap encoding, siswa mencoba mengumpulkan informasi dan ciri-ciri pada masalah sumber dan masalah target. Siswa kurang dalam mengidentifikasi masalah sumber dan masalah target sama, namun setelah beberapa saat siswa menyadari bahwa masalah sumber dan masalah target merupakan masalah yang sama. Pada tahap inferring, siswa menyimpulkan informasi dan ciri-ciri yang telah diperoleh untuk menyelesaikan masalah sumber. Pada tahap mapping, siswa memetakan penyelesaian masalah sumber ke masalah target. Pada tahap applaying, siswa memilih jawab yang tepat untuk menyelesaikan masalah target. Perbedaan siswa dengan kecemasan matematika rendah yaitu siswa dengan kecemasan matematika sedang, kurang dalam menjelaskan analogi atau keserupaan pada masalah sumber dan masalah target. Siswa dengan kecemasan matematika sedang, cenderung mengerjakan tanpa melihat pola dalam mengerjakan masalah sebelumnya. Hal tersebut berakibat jika diberikan masalah yang baru siswa dengan kecemasan matematika sedang membutuhkan waktu yang lama dalam menyelesaikannya. Simpulan ketiga adalah penalaran analogi siswa dengan kecemasan matematika tinggi. Siswa kurang dalam melakukan proses penalaran analogi. Pada tahap encoding, siswa kurang dalam mengumpulkan informasi atau ciri-ciri pada masalah sumber dan masalah target. Siswa kurang dalam mengidentifikasi bahwa masalah sumber dan masalah target merupakan masalah yang sama. Pada tahap inferring, karena siswa kurang dalam mengumpulkan informasi dan ciri-ciri pada masalah sumber yang berakibat siswa kesulitan dalam menyelesaikan masalah sumber. Pada tahap mapping, siswa kesulitan dalam memetakan penyelesaian masalah sumber dan masalah target dengan benar. Pada tahap applaying, siswa kesulitan dalam memilih penyelesaian yang tepat pada masalah target. Siswa kesulitan dalam menunjukkan analogi atau keserupaan dalam masalah sumber dan masalah target. Hal tersebut dikarenakan pada tahap encoding siswa sudah kesulitan dalam mengumpulkan informasi yang terdapat pada masalah sumber yang secara tidak langsung berakibat pada tahapan penalaran analogi selanjutnya.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > QA Mathematics
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Pendidikan Matematika - S2
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 16 Jan 2018 17:53
    Last Modified: 16 Jan 2018 17:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39273

    Actions (login required)

    View Item