Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) Di Kabupaten Boyolali

HUDA, ALMAS ANALIS (2018) Pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (BPHTB) Di Kabupaten Boyolali. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (276Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Almas Analis Huda, S351602004, PEMUNGUTAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB) DI KABUPATEN BOYOLALI, Program Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tujuan ditulisnya tesis ini untuk untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian pemungutan BPHTB di Kabupaten Boyolali dengan peraturan perundang-undangan, untuk mengetahui dan menganalisis hambatan yang muncul dalam pelaksanaan pemungutan BPHTB di Kabupaten Boyolali, sekaligus mengetahui solusi yang dapat digunakan untuk menghadapi permasalahan dalam pemungutan BPHTB. Penelitian ini bersifat yuridis empiris. Sumber data berasal dari data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi pustaka dan studi lapangan dengan melakukan dan mencari tahu problematika pemungutan BPHTB di Kabupaten Boyolali. Metode analisis data menggunakan beberapa tahapan mulai dari pengumpulan data, pengelompokan data, analisis data dan terakhir pengambilan simpulan. Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan pemungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan di Kabupaten Boyolali yang didasari dengan Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan belum sepenuhnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah. Terbukti ketika terjadi peralihan hak atas tanah karena adanya jual beli, yang nilai transaksinya lebih rendah daripada harga pasar, nilai transaksi akan ditentukan oleh petugas BPPKAD berdasarkan harga pasar dan survey atau cek lapangan terhadap obyek pajak yang bersangkutan. Mengenai survey atau cek lapangan terhadap obyek pajak sebenarnya belum diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah dan Peraturan Daerah Kabupaten Boyolali Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan, sehingga menjadikan pemungutan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan di Kabupaten Boyolali tidak ada kepastian hukum. Hal tersebut merugikan wajib pajak, karena transaksi yang sebenarnya dia lakukan tidak dianggap dan harus mengikuti nilai transaksi yang dihitung oleh petugas berdasarkan nilai pasar, dengan begitu jumlah BPHTB yang harus dibayarkan juga bertambah. Kata Kunci : Kepastian Hukum; Peralihan Hak Atas Tanah; dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Magister Kenotariatan
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 16 Jan 2018 17:05
    Last Modified: 16 Jan 2018 17:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39261

    Actions (login required)

    View Item