VARIASI KONSENTRASI ASAM DAN SUHU FERMENTASI OLEH Saccharomyces cerevisiae TERHADAP LIMBAH BUAH JERUK (Citrus sp) UNTUK PRODUKSI BIOETANOL

BAETI, AIE NUR (2018) VARIASI KONSENTRASI ASAM DAN SUHU FERMENTASI OLEH Saccharomyces cerevisiae TERHADAP LIMBAH BUAH JERUK (Citrus sp) UNTUK PRODUKSI BIOETANOL. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (288Kb)

    Abstract

    VARIASI KONSENTRASI ASAM DAN SUHU FERMENTASI OLEH Saccharomyces cerevisiae TERHADAP LIMBAH BUAH JERUK (Citrus sp) UNTUK PRODUKSI BIOETANOL Oleh Aie Nur Baeti NIM. M0410002 Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Bioetanol merupakan salah satu energi terbarukan yang sangat potensial menggantikan sumber bahan bakar fosil. Sumber energi bioetanol dapat berasal dari limbah buah jeruk yang banyak terdapat di pasar tradisional dan tidak dimanfaatkan. Selulosa yang terdapat dalam limbah buah jeruk dapat diubah menjadi etanol dengan proses kimia dan biologi. Untuk mengubah selulosa menjadi glukosa diperlukan proses hidrolisis dengan larutan asam (H2SO4), untuk mengubah gula menjadi bioetanol diperlukan proses fermentasi dengan menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar etanol tertinggi yang dihasilkan dari limbah buah jeruk (Citrus sp) yang difermentasi oleh Saccharomyces cerevisiae dengan tiga perbedaan suhu. Pada penelitian ini ekstrak buah dibuat dari limbah buah jeruk tanpa kulit luar kemudian ditambahkan asam H2SO4 1 M dengan konsentrasi asam yaitu 2 % v/v. Hasil hidrolisis difermentasi dengan khamir Saccharomyces cerevisiae selama tiga hari dan bioetanol dimurnikan dengan metode destilasi. Fermentasi dilakukan dengan perubahan 3 tingkat suhu yaitu 28oC, 29oC, 31oC. Terakhir hasil fermentasi dimurnikan secara destilasi. Hasil yang didapatkan dianalisis dengan ANOVA (Analisis Varian) kemudian uji lanjutan dengan DMRT pada taraf uji 5%. Pengukuran kadar etanol dengan metode AOAC (Association of Official Analytical Chemistry) merupakan metode pengukuran berat jenis dengan alat piknometer. Hasil kadar etanol yang tertinggi yaitu pada suhu 28o C dan 29oC tidak ada beda nyata yaitu sebesar 2,43% dan 2,57%. Kata kunci : Bioetanol, Limbah buah jeruk, perbedaan suhu fermentasi, Saccharomyces cerevisiae.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: Q Science > QK Botany
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
    Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 16 Jan 2018 16:49
    Last Modified: 16 Jan 2018 16:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39256

    Actions (login required)

    View Item