Efek N-asetilsistein Terhadap Kadar E-Selectin Dan Oxidized Low Density Lipoprotein (Ox-Ldl) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

KURNIAWATI, FEBRI (2018) Efek N-asetilsistein Terhadap Kadar E-Selectin Dan Oxidized Low Density Lipoprotein (Ox-Ldl) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (387Kb)

    Abstract

    Febri Kurniawati. S961302001. Efek N-asetilsistein Terhadap Kadar E-Selectin Dan Oxidized Low Density Lipoprotein (Ox-Ldl) Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. THESIS. Pembimbing: Prof. Dr. H.M Bambang Purwanto, dr. KGH Sp.PD FINASIM. Program Studi Ilmu Penyakit Dalam Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang Diabetes Melitus tipe 2 berhubungan dengan disfungsiendoteldimana hiperglikemia akanmenyebabkan terjadinya autooksidasi glukosa sehingga terbentuk radikal bebas (stress oksidatif), peningkatan jalur poliol yang menurunkan antioksidan endogen, peningkatan non enzymatic glycated-LDL dan penurunan pengambilan kembali oleh reseptor dan katabolisme LDL. E-selectin diekspresikan terbatas di endothel terhadap sitokin inflamasi dan memediasi penarikan leukosit secara lambat pada pembulah darah yang mengalami inflamasi. N-aetilsistein merupakan senyawa mengandung tiol dengan efek antioksidan dan antiinflamasi sehingga melindungi sel dari stres oksidatif. Tujuan Penelitian Penelitian bertujuan membuktikan, mengetahui dan membandingkan pengaruh terapi N-asetil sistein terhadap kadar E-selectin dan kadar Ox-LDL pasien DM tipe 2. Metode Penelitian Penelitian eksperimental, randomized controlled trial, 40 subyek pasien DM tipe 2 poliklinik endokrin terbagi 2 yaitu kelompok plasebo 20 subyek (terapi standar + placebo) dan kelompok perlakuan 20 subyek (terapi standar + n-asetilsistein 200mg/ 8jam) selama 4 minggu. Data dalam bentuk mean ± SD, analisis menggunakan SPSS 22 for windows, nilai p <0,05 dianggap signifikan secara statistik. Uji beda mean, untuk mengetahui beda mean antara kelompok n-asetilsistein dan plasebo sebelum dan sesudah perlakuan, digunakan uji t sampel independen (distribusi data normal) dan digunakan uji mann whitney (distribusi tidak normal). Untuk mengetahui beda mean antara sebelum dengan sesudah perlakuan dalam satu kelompok digunakan uji t sampel berpasangan bila distribusi data normal (bila tidak normal digunakan uji wilcoxon). Hasil Penelitian Kadar E-selectin sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol (46,06±20,49) mg/dl dan (45,63±17,64) mg/dl, Ox-LDL (1707,4±332,64) pg/ml dan (1818,70±220,0) pg/ml. Kelompok perlakuan sebelum dan sesudah, kadar E-selectin (67,06±22,74) mg/dl dan (28,37±7,41) mg/dl, Ox-LDL (1877,40±310,27) pg/ml dan (1352±255,02) pg/ml. Hasil perhitungan beda 2 mean, uji Mann Whitney antara variable delta-E selectin kelompok kontrol dan n-asetilsistein (0,70 ± 9,70) mg/dl dan (28,69 ± 18,72)mg/dl, perbedaan signifikan (p = 0,001). Hasil Perhitungan beda 2 mean variabel delta-oxldl kelompok placebo dan n-asetilsistein (-111,30 ± 237,73)pg/ml dan (524,45 ± 273,62)pg/ml, perbedaan signifikan (p = 0,001). Kesimpulan Pemberian terapi N-asetilsistein pada pasien DM tipe 2 secara bermakna dapat menurunkan kadar E-selectin dan kadar Ox-LDL.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RD Surgery
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Penyakit Dalam
    Depositing User: Fransiska Meilani f
    Date Deposited: 16 Jan 2018 10:41
    Last Modified: 16 Jan 2018 10:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39246

    Actions (login required)

    View Item