Determinan Kejadian Berat Badan Lebih pada Remaja di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Kabupaten Sukoharjo

NISWA, SAYIDA ROYATUN (2018) Determinan Kejadian Berat Badan Lebih pada Remaja di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Kabupaten Sukoharjo. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (525Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Sayida Royatun Niswah, S021308075, 2017. DETERMINAN KEJADIAN BERAT BADAN LEBIH PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM KABUPATEN SUKOHARJO. Tesis. Pembimbing I: R. B. Soemanto, Pembimbing II: Bhisma Murti. Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang: Remaja mengalami pertumbuhan yang pesat, sehingga masalah berat badan lebih terjadi pada usia ini. Berat badan lebih merupakan faktor risiko dari banyak penyakit. Penelitian ini mengaplikasikan teori Health Belief Model dan bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian berat badan lebih pada remaja. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam pada bulan Maret-Mei 2017. Populasi sasaran mencakup semua remaja di Sukoharjo dan populasi sumbernya santri PPMI Assalaam berusia 12-18 tahun. Pencuplikan sampel menggunakan metode fixed disease sampling dengan besar sampel 120 subjek. Variabel independen terdiri dari persepsi ancaman, persepsi hambatan, persepsi manfaat, pendidikan ibu, dan efikasi diri. Variabel dependennya aktivitas fisik, pola makan sehat, dan berat badan lebih. Data subjek dikumpulkan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil: Berat badan lebih pada remaja dipengaruhi langsung oleh persepsi hambatan (b= 0.13, SE= 0.07, p= 0.051), persepsi ancaman (b= -0.14, SE= 0.04, p< 0.001), persepsi manfaat (b= -0.10, SE= 0.02, p< 0.001), aktivitas fisik (b= -0.24, SE= 0.10, p= 0.016), dan pola makan sehat (b= -0.33, SE= 0.08, p< 0.001), serta dipengaruhi tidak langsung oleh pendidikan ibu dan efikasi diri. Kesimpulan: Kejadian berat badan lebih pada remaja di PPMI Assalaam dipengaruhi oleh persepsi hambatan, persepsi manfaat, persepsi ancaman, efikasi diri, pendidikan ibu, aktivitas fisik, dan pola makan sehat. Kata Kunci: berat badan lebih, obesitas, Health Belief Model

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Pulmonologi dan Ked. Respirasi
    Depositing User: Wahyu Trianingsih
    Date Deposited: 06 Jan 2018 22:21
    Last Modified: 06 Jan 2018 22:21
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39098

    Actions (login required)

    View Item