Pengembangan Model Science Integrated Learning (SIL) untuk Meningkatkan Kemandirian Kerja Ilmiah pada Materi Etnosains Program Studi Pendidikan IPA

, PARMIN (2018) Pengembangan Model Science Integrated Learning (SIL) untuk Meningkatkan Kemandirian Kerja Ilmiah pada Materi Etnosains Program Studi Pendidikan IPA. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (97Kb)

    Abstract

    Parmin. 2017. Pengembangan Model Science Integrated Learning (SIL) untuk Meningkatkan Kemandirian Kerja Ilmiah pada Materi Etnosains Program Studi Pendidikan IPA.Disertasi.Promotor: Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si.; Ko-Promotor: Prof. Dr. Ashadi; Ko-Promotor: Prof. Dr. Sutikno, M.T. Program Studi Pendidikan IPA, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan desain Model Science Integrated Learning (SIL), 2) menguji tingkat kelayakan Model SIL berdasarkan penilaian pakar pembelajaran IPA, 3) menganalisis karakteristik materi ajar etnosains yang sesuai dengan Model SIL, 4) menguji keefektifan Model SIL pada materi etnosains, dan 5) menguji dampak penerapan Model SILterhadap kemandirian kerja ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA. Penelitian dan pengembangan Model SIL menggunakan prosedur Borg and Gall. Sasaran penerapan model adalah mahasiswa semester lima di tiga perguruan tinggi yang menyelenggarakan Program Studi S1 Pendidikan IPA yaitu; Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi; validasi model, keefektifan implementasi model, keterlaksanaan sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak instruksional serta dampak pengiring dan kemandirian kerja ilmiah mahasiswa. Keefektifan sintaks model diuji dengan uji t test menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Data kemandirian kerja ilmiah mahasiswa dianalisis dengan teknik deskriptif sesuai kriteria ideal yaitu; mean ideal dan standar deviasi ideal. Model pembelajaran dikemas dalam bentuk buku pedoman penerapan Model SIL yang dilengkapi dengan materi ajar, silabus, rencana pembelajaran semester, dan instrumen penilaian. Model hasil pengembangan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan perangkat pembelajaran dalam pencapaian pembelajaran Matakuliah Etnosains di Program Studi Pendidikan IPA. Hasil penelitian meliputi; 1) Model SIL memiliki 6 (enam) sintaks pembelajaran yang meliputi; eksplorasi, integrasi konsep, eksperimen, analisis, pengambilan tindakan, dan refleksi; 2) Model SILdinilai sangat layak oleh pakar dengan nilai 92 dari nilai maksimal 100. SIL sebagai model pembelajaran memiliki enam komponen meliputi; sintakmatik, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional, dan dampak pengiring; 3) karakteristik materi etnosains yang sesuai dengan Model SIL dengan mengintegrasikan pengetahuan asli masyarakat yang telah direkonstruksi. Variasi yang terjadi pada materi etnosains karena perbedaan pengetahuan asli yang dimiliki masyarakat di setiap daerah; 4) Model SIL efektif diterapkan pada mahasiswa dalam pembelajaran etnosains di tiga Program Studi Pendidikan IPA yaitu; Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Surabaya dengan keseluruhan persentase keefektifan 29% kategori sangat efektif, dan 71% kategori efektif; dan 5) model SILmemiliki pengaruh terhadap kemandirian kerja ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA. Kata kunci: Science Integrated Learning, kemandirian kerja ilmiah, dan etnosains

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Depositing User: Wahyu Trianingsih
    Date Deposited: 06 Jan 2018 09:36
    Last Modified: 06 Jan 2018 09:36
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39041

    Actions (login required)

    View Item