Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Status Gizi, Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Berobat Terhadap Kesembuhan Pengobatan Tuberkulosis Paru Di Kota Mojokerto

, PUSPITASARI (2018) Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Status Gizi, Dukungan Keluarga Dan Kepatuhan Berobat Terhadap Kesembuhan Pengobatan Tuberkulosis Paru Di Kota Mojokerto. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (919Kb)

    Abstract

    Puspitasari. 2017. S021508044. “Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Status Gizi, Dukungan Keluarga, Dan Kepatuhan Berobat Terhadap Kesembuhan Pengobatan Tuberkulosis Paru Di Kota Mojokerto”. TESIS. Pembimbing I: Ambar Mudigdo.¬ Pembimbing II: Rita Benya Adriani. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan global dan sudah menjadi komitmen global maupun nasional dalam mengatasi masalah ini. Angka kesembuhan yang rendah menjadi permasalahan karena jika tidak segera diatasi akan menurunkan produktifitas penderita dan menimbulkan masalah sosial ekonomi yang diakibatkan oleh penyakit TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, status gizi, dukungan keluarga, dan kepatuhan berobat terhadap kesembuhan pengobatan TB paru di Kota Mojokerto. Subjek dan Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional de¬ngan pendekatan case control. Lo¬ka¬si penelitian di wilayah Kota Mojokerto. Waktu penelitian pada bulan Oktober 2016 - Agustus 2017. Besar sampel sebesar 108 subjek terdiri dari 35 subjek kelompok kasus dan 73 subjek kelompok kontrol, dipilih dengan teknik fixed disease sampling. Variabel dependen adalah kesembuhan. Variabel independen meliputi tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, dukungan keluarga. Variabel intermediate meliputi status gizi dan kepatuhan berobat. Data diukur menggunakan kuesioner dan rekam medik. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur. Hasil: Status gizi baik (b= 1.31; CI 95%= 0.41-2.22; p=0.004), dan kepatuhan berobat (b= 1.07; CI 95%= 0.17-1.97; p=0.019) secara langsung berpengaruh positif terhadap kesembuhan. Status gizi dipengaruhi oleh tingkat pendidikan tinggi (b=1.62; CI 95%=0.62-2.63; p=0.002), pendapatan keluarga tinggi (b=1.66; CI 95%=0.70-2.62; p=0.001), dan dukungan keluarga baik (b=1.50; CI 95%=0.36-2.63; p=0.010). Kepatuhan berobat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan tinggi (b= 0.84; CI 95%= -0.14-1.81; p=0.093), pendapatan keluarga tinggi (b= 1.36; CI 95%=0.42-2.30; p=0.005), dan dukungan keluarga baik (b=2.08; CI 95%=0.96-3.19; p<0.001). Kesimpulan: Kesembuhan pengobatan TB paru dipengaruhi secara tidak langsung oleh tingkat pendidikan, pendapatan keluarga dan dukungan keluarga melalui status gizi dan kepatuhan berobat. Kata Kunci: Kesembuhan TB Paru, Tingkat Pendidikan, Status Gizi, Pendapatan Keluarga, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Berobat

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > QM Human anatomy
    R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1001 Forensic Medicine. Medical jurisprudence. Legal medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Pulmonologi dan Ked. Respirasi
    Depositing User: Wahyu Trianingsih
    Date Deposited: 06 Jan 2018 09:18
    Last Modified: 06 Jan 2018 09:18
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/39034

    Actions (login required)

    View Item