Perbandingan Efektifitas Pemberian Antibiotik Golongan Sefalosporin Generasi III secara Oral dengan Intravena Terhadap Penyembuhan Luka Operasi Apendektomi pada Pasien Apendisitis Akut Non-Komplikata.

Tampubolon, Velrones (2018) Perbandingan Efektifitas Pemberian Antibiotik Golongan Sefalosporin Generasi III secara Oral dengan Intravena Terhadap Penyembuhan Luka Operasi Apendektomi pada Pasien Apendisitis Akut Non-Komplikata. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (129Kb)

    Abstract

    Apendisitis atau radang apendiks merupakan kasus infeksi intraabdominal yang sering dijumpai pada anak-anak. Penyakit ini merupakan salah satu indikasi gawat darurat bedah pada anak berusia di atas 2 tahun (Kwan KY, Nager AL, 2010). Insiden apendisitis anak mencapai 70.000 kasus per tahun di Amerika Serikat. Insiden pada anak usia 4 tahun terdapat 1-2 kasus per 10.000 anak per tahun. Insiden meningkat mencapai 25 kasus per 10.000 anak per tahun pada umur 10-17 tahun. Rasio laki-laki dan perempuan 2:1 (Minkes RK, 2011). Rata-rata 7% populasi dunia menderita apendisitis dalam hidupnya. Dari hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di indonesia, insiden apendisitis di Indonesia menempati urutan tertinggi di antara kasus kegawatan abdomen lainya. Angka kejadian pada bayi dan anak usia 2 tahun adalah kurang dari 1% . Anak usia 2 sampai 3 tahun 15%. Frekuensi mulai meningkat setelah umur 5 tahun dan mencapai puncaknya berkisar pada umur 9 sampai 11 tahun. (Sjamsuhidajat, 2010) Gejala klasik yang terjadi pada anak yang menderita apendisitis antara lain nyeri periumbilikal, mual, muntah, demam, dan nyeri tekan pada kuadaran kanan bawah perut, (Marianne, Susan & Loren, 2007). Beberapa tanda nyeri yang terjadi pada kasus apendisitis dapat diketahui melalui beberapa tanda nyeri antara lain; Rovsing’s sign, Psoas sign, dan Jump Sign, (Lynn, Cynthia & Jeffery, 2002). Pada anak yang lebih muda perkembangan penyakit umumnya lebih cepat. Terjadinya infeksi pada apendiks akibat obstruksi berlangsung cepat. (Mean Platelet, 2011). Peradangan akut pada apendiks memerlukan tindakan pembedahan segera untuk mencegah terjadinya kompilkasi berbahaya (Sjamsuhidajat & Jong, 2005).

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RD Surgery
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Bedah
    Depositing User: Wahyu Trianingsih
    Date Deposited: 05 Jan 2018 10:53
    Last Modified: 05 Jan 2018 10:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38984

    Actions (login required)

    View Item