Penanganan Ruas Jalan Pulau Indah Dengan Pendekatan Mekanistik

USMAN, RAMA SYAPUTRA (2018) Penanganan Ruas Jalan Pulau Indah Dengan Pendekatan Mekanistik. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2522Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Salah satu metode yang digunakan dalam penilaian kinerja perkerasan lentur adalah metode mekanistik yaitu dengan mengasumsikan struktur perkerasan jalan menjadi suatu multi-layer struktur untuk perkerasan lentur, dimana beban kendaraan yang bekerja diatas lapis perkerasan mengalami pengulangan dengan daya rusak senilai 1 (satu) satuan yang diasumsikan sebagai beban statis merata, sehingga material perkerasan akan memberikan respon berupa tegangan (stress), regangan (strain), dan lendutan (deflection). Hal ini berkaitan erat dalam rangka menilai kinerja dari struktur perkerasan lentur dan memprediksi sisa umur layan di ruas jalan Pulau Indah sta 0 + 000 hingga sta. 0 + 848 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Indikator penilaian kinerja yang digunakan adalah retak fatik (fatigue cracking) yang terjadi dibawah lapis permukaan perkerasan aspal dan deformasi permanen (rutting) diatas lapis tanah dasar (subgrade). Perhitungan regangan (strain) pada struktur lapis perkerasan lentur membutuhkan ketelitian dan tingkat akurasi tinggi untuk itu digunakan alat bantu perangkat lunak seperti KENPAVE yang menghasilkan regangan tarik horisontal (horizontal tensile strain) sebesar 6,187E-05 dan regangan tekan vertikal (vertical compressive strain) sebesar 2,933E-04, dengan menggunakan persamaan The Asphalt Institute diperoleh repetisi beban ijin saat mencapai keadaan retak fatigue (Nf) sebesar 13.555.465 ESAL dan deformasi permanen/rutting (Nd) sebesar 8.932.572 ESAL serta memprediksi sisa umur layan dari perkerasan menggunakan persamaan AASTHO 1993 dengan mempertimbangkan faktor Traffic Multiplier (TM 1.8, TM 1.9 dan TM 2.0) diperoleh sisa umur akibat fatigue sebesar 5,21% pada tahun ke-9 (TM 1.8) , 13,35% pada tahun ke-8 (TM 1.9) dan 8,79% (TM 2.0) pada tahun ke-8, serta sisa umur layan akibat rutting sebesar 11,26% pada tahun ke-6, (TM 1.8), 6,33% pada tahun ke-6 (TM 1.9), dan sebesar 1,40% pada tahun ke-6 (TM 2.0), yang mengindikasikan perkerasan akan mengalami failure akibat rutting dibanding akibat fatigue, faktor perbedaan temperatur udara juga berpengaruh terhadap laju penurunan umur layan, semakin tinggi temperatur akan semakin mempercepat penurunan umur layan, sedangkan untuk alternatif penanganan yang aman dan paling ekonomis opsi ke-4 dapat dijadikan rekomendasi dengan nilai repetisi beban fatigue (Nf) 145.516.376 ESAL dan repetisi beban rutting (Nd) 48.068.262 ESAL > repetisi beban rencana (N) 42.814.635 ESAL dengan rencana anggaran biaya (RAB) sebesar Rp. 12.818.781.000,00 Kata Kunci: Perkerasan Lentur, Kenpave, Fatigue dan Permanen Deformasi (Rutting), Umur Layan, Traffic Multiplier, Rencana Anggaran Biaya.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: T Technology > TH Building construction
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: Wahyu Trianingsih
    Date Deposited: 05 Jan 2018 09:49
    Last Modified: 05 Jan 2018 09:49
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38962

    Actions (login required)

    View Item