PENGARUH POPULASI SAWI HIJAU (Brasicca juncea L) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA SISTEM TUMPANGSARI

K, Aprilia (2018) PENGARUH POPULASI SAWI HIJAU (Brasicca juncea L) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA SISTEM TUMPANGSARI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (190Kb)

    Abstract

    PENGARUH POPULASI SAWI HIJAU (Brasicca juncea L) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA SISTEM TUMPANGSARI Skripsi: Aprilia Kusumawardani (H0712027). Pembimbing: Dr. Ir. Pardono M.S.dan Ir. Sri Nyoto M.S. Program Studi: Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pola tumpangsari merupakan sistem tanam yang terdapat dua atau lebih jenis tanaman yang berbeda, ditanam bersamaan, dan jarak tanam teratur pada sebidang tanah yang sama. Keberhasilan pertanaman tumpangsari adalah pemilihan kombinasi tanaman yang tepat sehingga kompetisi antar tanaman dapat ditekan sekecil mungkin sehingga peningkatan produktivitas lahan yang diharapkan dapat tercapai. Kompetisi antar tanaman dalam tumpangsari dapat diatasi dengan pemilihan kombinasi tanaman yang tepat. Ketepatan kombinasi tanaman harus memperhatikan kemampuan tanaman menyerap unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh berbagai tingkatan populasi sawi hijau terhadap produksi tomat pada sistem tumpangsari serta mendapatkan populasi sawi hijau dalam sistem tumpangsari yang tidak menurunkan produksi tomat. Penelitian dilaksanakan di di daerah Plosolor, Plosorejo, Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada bulan Mei-Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), dengan satu faktor perlakuan yaitu populasi tanaman sawi hijau sebagai tanaman sela . Perlakuan populasi tanaman sawi hijau yang berbeda terdiri atas 8 taraf yaitu S0 = populasi tomat monokultur 19.047, S1 = populasi sawi hijau monokultur 266.666, S2 = populasi sawi hijau tumpangsari 533.333, S3 = populasi sawi hijau tumpangsari 228.571, S4 = populasi sawi hijau tumpangsari 266.666, S5 = populasi sawi hijau tumpangsari 114.287, S6 = populasi sawi hijau tumpangsari 177.777, S7 = populasi sawi hijau tumpangsari 76.190 dengan perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel pengamatan pada tanaman tomat : tinggi tanaman, jumlah cabang total, jumlah buah tomat per petak, bobot buah tomat per petak, berat segar brangkasan, bobot buah tomat segar per petak, bobot buah tomat rusak per petak, berat kering brangkasan. Sedangkan pada tanaman sawi hijau: tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar brangkasan, dan berat kering brangkasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem tumpangsari dengan pertanaman tomat dan perlakuan populasi sawi hijau yang berbeda, tidak mempengaruhi hasil pertumbuhan dan produksi dari tanaman tomat, namun mempengaruhi dari hasil nilai kesetaraan lahan (NKL) dengan menunjukkan nilai NKL > 1 sehingga sistem tumpangsari antara tomat dengan sawi hijau secara keseluruhan menguntungkan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Wahyu Trianingsih
    Date Deposited: 04 Jan 2018 00:08
    Last Modified: 04 Jan 2018 00:08
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38863

    Actions (login required)

    View Item