Fitoremediasi Sawah Tercemar Logam Kromium di Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Sebagai Upaya Menuju Pertanian Sehat Ramah Lingkungan

AJI, ALFIAN CHRISNA (2017) Fitoremediasi Sawah Tercemar Logam Kromium di Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar Sebagai Upaya Menuju Pertanian Sehat Ramah Lingkungan. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1664Kb)

    Abstract

    Kebakkramat adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang wilayahnya memiliki beberapa kegiatan industri yang menghasilkan limbah cair mengandung logam kromium dibuang ke sungai. Limbah logam kromium dapat mencemari tanah sawah karena digunakan sebagai sumber air irigasi dan sangat merugikan karena dapat merusak tanah serta berbahaya bagi lingkungan. Alternatif solusi penyelesaian pencemaran logam kromium secara ramah lingkungan adalah fitoremediasi menggunakan tanaman rami (Boehmeria nivea), mendong (Fimbristylis globulosa) dikombinasikan dengan Agrobacterium sp. I3, dan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk 1). mengetahui kemampuan rami (Boehmeria nivea) dan mendong (Fimbristylis globulosa) yang dikombinasikan dengan agen khelator dalam menyerap logam kromium; 2). mendapatkan perlakuan yang efektif dalam menyerap logam kromium ke dalam jaringan tanaman; 3). mengetahui pengaruh rami (Boehmeria nivea) dan mendong (Fimbristylis globulosa) yang dikombinasikan dengan agen khelator terhadap penurunan kadar logam kromium dalam tanah; dan 4). mengetahui sikap petani terhadap sistem pertanian sehat ramah lingkungan setelah fitoremediasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan desain percobaan faktorial, data abiotik, biotik, dan sosial diambil secara purposive sampling. Data abiotik dan biotik dianalisis menggunakan ANOVA uji F taraf 5%. Apabila perlakuan berpengaruh nyata terhadap variabel yang diamati, dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dibantu SPSS versi 16. Data sosial dianalisis dengan statistik inferensial. Hasil penelitian ini antara lain 1). analisis serapan logam kromium oleh rami, serapan logam kromium oleh akar tertinggi pada perlakuan kontrol (P0B0T1), yaitu 7,17 µg dan tajuk tertinggi pada perlakuan pupuk NPK-tanpa khelator-rami (P1B0T1), yaitu 317,04 µg. Sedangkan, pada mendong, serapan logam kromium oleh akar tertinggi pada perlakuan kontrol (P0B0T2), yaitu 40,35 µg dan tajuk tertinggi pada perlakuan tanpa pupuk NPK-Agrobacterium sp. I3-mendong (P0B1T2), yaitu 148,27 µg; 2). perlakuan terbaik serapan logam logam kromium ditunjukkan oleh perlakuan pupuk NPK-tanpa khelator-rami (P1B0T1): 317,04 µg; tanpa pupuk NPK-Agrobacterium sp. I3-rami (P0B1T1): 221,75 µg; pupuk NPK-kompos-rami (P1B2T1): 194,88 µg; dan tanpa pupuk NPK-Agrobacterium sp. I3-mendong (P0B1T2): 159,02 µg; 3). analisis kadar logam kromium terendah di dalam tanah terjadi pada perlakuan tanpa pupuk NPK-Agrobacterium sp. I3-rami (P0B1T1) dan tanpa pupuk NPK-kompos-rami (P0B2T1), yaitu 1,37 µg.g-1 dengan penurunan sebesar 42,01 % dibandingkan tanah awal (2,36 µg.g-1), serta perlakuan tanpa pupuk NPK-kompos-mendong (P0B2T2) dan pupuk NPK-kompos-mendong (P1B2T2), yaitu 1,39 µg.g-1 dengan penurunan sebesar 41,27 % dibandingkan tanah awal (2,36 µg.g-1); dan 4). petani mendukung sistem pertanian sehat ramah lingkungan. Kesimpulan penelitian ini antara lain 1). serapan logam kromium oleh rami dan mendong yang dikombinasikan dengan agen khelator tergolong tinggi, berperan dalam proses fitoekstraksi, dan dapat dikatakan sebagai tanaman hiperakumulator; 2). terdapat beberapa perlakuan yang efektif dalam menyerap logam kromium ke dalam jaringan tanaman rami dan mendong > 100 ppm; 3). fitoremediasi dengan rami dan mendong yang dikombinasikan dengan agen khelator berpengaruh dalam menurunkan kadar logam kromium tanah; dan 4). petani mendukung sistem pertanian sehat ramah lingkungan, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar perlu mengeluarkan kebijakan khusus, sehingga rekomendasi kebijakan yang dapat diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar sebagai upaya menuju pertanian sehat ramah lingkungan adalah pertanian yang pengolahannya bebas polutan dan hasilnya aman dikonsumsi yang disebut Environmentally Healthy Agriculture System (EHAS)

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: Q Science > Q Science (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: Gun Gun Gunawan
    Date Deposited: 02 Jan 2018 16:26
    Last Modified: 02 Jan 2018 16:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38848

    Actions (login required)

    View Item