Model Kebijakan Alokasi Investasi Untuk Perbaikan Rantai Pasok Dengan Metode Goal Programming (Studi Kasus : Daging Sapi di Kota Surakarta)

Lupita, Alessandra (2017) Model Kebijakan Alokasi Investasi Untuk Perbaikan Rantai Pasok Dengan Metode Goal Programming (Studi Kasus : Daging Sapi di Kota Surakarta). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (190Kb)

    Abstract

    Kegiatan dalam rantai pasok daging sapi yang melibatkan pejagal atau blantik, Rumah Pemotongan Hewan (RPH), pedagang, dan konsumen, merupakan proses penyampaian produk yang awalnya berupa sapi potong hidup menjadi daging sapi yang siap untuk dipasarkan dari peternak sapi potong hingga ke konsumen daging. Di Indonesia, harga daging sapi terus meningkat setiap tahunnya, hal ini dikarenakan kurangnya pasokan daging sapi dengan kualitas baik di pasar. Dari observasi awal rantai pasok daging sapi di Kota Surakarta dan data sekunder yang telah didapatkan, diketahui beberapa masalah rantai pasok pada masing-masing entitas yang ada, di mana rantai pasok yang berjalan belum sesuai dengan SNI dan regulasi pemerintah terkait, hal ini dibuktikan dengan hasil perbandingan kondisi aktual dengan SNI dan regulasi. Maka dari itu, perlu adanya perbaikan proses dan fasilitas untuk mendukung perbaikan rantai pasok yang dapat direalisasikan dengan memberikan usulan alternatif investasi untuk masing-masing entitas. Pada penelitian ini dilakukan pengembangan model kebijakan alokasi investasi untuk perbaikan rantai pasok. Model mempertimbangkan anggaran dana yang diberikan oleh pemerintah untuk investasi pada masing-masing entitas. Solusi yang diberikan untuk perbaikan rantai pasok yaitu memberikan alternatif investasi pada RPH yaitu alat dan mesin yang mampu memperbaiki kinerja proses produksi, alternatif investasi yang diberikan untuk pejagal adalah kendaraan pengangkut daging, dan alternatif investasi yang diberikan untuk pedagang adalah alat dan mesin yang mampu mendukung proses penjualan daging sapi. Kemudian dalam penyelesaian alokasi investasi, digunakan model goal programming. Goal programming dipilih karena mampu menyelesaikan permasalahan dengan fungsi tujuan yang bertentangan dan lebih dari satu. Model menggunakan empat kriteria performansi yaitu kenaikan profit RPH, kenaikan profit pejagal, kenaikan profit pedagang, dan biaya investasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Pada model ini berhasil didapatkan alternatif investasi yang diberikan untuk RPH adalah alternatif investasi A, untuk pejagal adalah alternatif investasi C, dan untuk pedagang adalah alternatif investasi C dengan total biaya investasi Rp 734.785.000 dengan harapan kenaikan profit untuk RPH adalah Rp 414.920.923, untuk pejagal adalah Rp 400.000.000, dan untuk pedagang adalah Rp 535.276.174.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
    Depositing User: Gun Gun Gunawan
    Date Deposited: 02 Jan 2018 16:20
    Last Modified: 02 Jan 2018 16:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38847

    Actions (login required)

    View Item