ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEKERJA PADA USAHA KERAJINAN GENTENG DI KABUPATEN SUKOHARJO

SRI SULANJARI, ANIK (2003) ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEKERJA PADA USAHA KERAJINAN GENTENG DI KABUPATEN SUKOHARJO. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (326Kb)

    Abstract

    Tujuan dari pembangunan nasional di indonesia adalah untuk mewujudkan masyarakat baik materiil maupun spirituil berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut di atas satu sasaran utama dari pembangunan sektor ekonomi adalah peningkatan kesempatan berusaha daan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pembangunan industri kecil. Pembangunan industri besar, industri kecil diharapkan saling melengkapi daaaaan berkait sehingga pada masa mendatang akan menjadi industri nasional yang mampu mendukung melanjutkan sasaran pembangunan nasional. (GBHN, 1999) Di negara Indonesia sebagian besar masyarakat hidup di pedesaan, sehingga pengembangan industrinya tidak lepas dari usaha pengembangan industri kecil atau industri rumah tangga dan industri menengah, pemakaian teknologi yang sederhana dan relatif sebenarnya di sisi human resources merupakan hal yang menguntungkan sebab dapat memanfaatkan potensi tenaga setempat karena untuk bekerja disektor industri ini tidakdiperlukan tingkat pengetahuan dan pendidikan yang tinggi, sehingga dapat dikatakan bahwa dalam usaha meningkatkan dan mengembangkan industri kecil dan menengah di pedesaan, maka faktor tenaga kerja dan teknologi bukan merupakan suatu kendala utama (Mudrajad Kuncoro, 2000: 37). Pengembangan industri termasuk kerajinan dan industri rumah tangga yang informal dan tradisional terus dilanjutkan dan diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha, meningkatkan ekspor dan menumbuhkan kemampuan dan kemandirian berusaha serta meningkatkan pendapatan pengusaha kecil dan pengrajin. Tujuan dikembangkannya industri genteng seperti yang telah disebutkan di atas, sangat sesuai dan sejalan dengan program pemerintah yang terdapat dalam GBHN tahun 1999 yaitu delapan jalur pemerataan yang terdiri dari : 1. Pemerataan memenuhi kebutuhan pokok atau rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perusahaan. 2. Pemerataan kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan. 3. Pemerataan pembagian pendapatan 4. Pemerataan kesempatan kerja. 5. Pemerataan berusaha. 6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya generasi muda dan kaum wanita. 7. Pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh wilayah tanah air. 8. Pemerataan kesempatan untuk memperoleh keadilan. Jadi pada dasarnya pelaksanaan industri genteng sangat menunjang program delapan jalur pemerataan yang tekah disajikan oleh pemerintah. Oleh karena itu, industri kecil hendaknya terus dikembangkan diseluruh wilayah tanah air, termasuk di dalamnya Kabupaten Sukoharjo. Berkenaan dengan masalah jumlah tenaga kerja di Indonesia, jumlah penduduk yang besar merupakan modal dasar dalam pembangunan nasional kita, yaitu sebagai sumber daya manusia yang potensial dan produktif. Tetapi dapat juga menimbulkan masalah apabila penduduk yang berjumlah besar itu kurang potensial dan produktif, artinya tenaga kerja yang merupakan bagian dari penduduk, tidak dapat tertampung dalam sektor-sektor pembangunan yang ada di negara kita baik sektor pertanian maupun non pertanian (Simanjutak, 1995 : 66). Seperti dikemukakan di atas, bahwa telah tersedia lapangan kerja yang cukup tinggi bagi para tenaga kerja. Ini terlihat diperbandingkan antara laju pertumbuhan lapangan pekerjaan. Permasalahan yang timbul adalah para tenaga kerja itu menjadi kurang mampu bersaing dengan tenaga kerja lain yang mempunyai bekal yang cukup, sehingga akan menambah angka pengangguran. Adapun alternatif pemecahan masalah yang dapat diajukan, baik melalui usaha pemerintah maupun swasta antara lain : 1. Memanfaatkan teknologi yang bersifat padat karya sehingga dapat menyerap tenaga kerja. 2. Mengembangkan usaha industri genteng dalam rangka peningkatan pendapatan kerja. 3. Menyelenggarakan program trasmigrasi. Dari alternatif pemecahan yang telah dikemukakan tersebut, yang ingin dikatakan adalah pengembangan industri kecil di pedesaan, dengan tujuan untuk memperluas kesempatan kerja di pedesaan, sehingga sekaligus akan mengurangi arus perpindahan penduduk dari desa ke kota (Simanjutak, 1995 : 66). Tujuan tenaga kerja untuk bekerja di indutri kecil adalah untuk menambah penghasilan. Hal ini akan mendorong atau memberi motivasi bagi tenaga kerja berlahan sempit dan tidak berlahan agar dapat memberi waktu untuk kegiatan rumah tangga dan usaha untuk mencari nafkah terutama disektor pertanian, meskipun banyak juga yang menjadikan pekerjaan tersebut sebagai pekerjaan yang utama dan sebagai sumber penghasilan pekerja. Berbicara masalah penghasilan atau upah, curahan jam kerja sangatlah dominan sekali artinya bagi seorang pekerja. Karena upah diperoleh dari pekerjaan melalui pencurahan waktunya untuk menghasilkan barnag tersebut. Di samping faktor-faktor tersebut di atas, pendapatan pekerja dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya, seperti pengalaman kerja dan jumlah tanggungan keluarga. Seperti di sini yang dialami oleh pekerja kerajinan genteng di Kabupaten Sukoharjo.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
    Divisions: Fakultas Ekonomi > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Ferdintania Wendi
    Date Deposited: 25 Jul 2013 16:05
    Last Modified: 25 Jul 2013 16:05
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3882

    Actions (login required)

    View Item