PENERAPAN PRINSIP KESEIMBANGAN DALAM RAHASIA KEDOKTERAN PASIEN HIV/AIDS DALAM PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN INDONESIA

Indianto, Wahyu (2017) PENERAPAN PRINSIP KESEIMBANGAN DALAM RAHASIA KEDOKTERAN PASIEN HIV/AIDS DALAM PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN INDONESIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1017Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan makna prinsip keseimbangan rahasia kedokteran pasien HIV/AIDS serta menganalisis kontruksi ideal penerapannya di Indonesia. Jenis penelitian ini penelitian normatif dengan sumber data dari sumber hukum dan non hukum khususnya tentang rahasia kedokteran dan HIV/AIDS Rahasia Kedokteran tidak berubah sesuai Sumpah Hippocrates termasuk dalam rahasia pasien HIV/AIDS. Penerapan Rahasia pasien HIV/AIDS berkembang dalam menyesuaikan dengan perkembangan nilai-nilai dalam masyarakat dan dunia kedokteran. Wajib simpan rahasia ini bukanlah suatu kewajiban yang mutlak tetapi suatu yag bersifat prima facie, sampai ada kewajiban yang lebih besar yang harus dijalankan seperti untuk melindungi pasangan seksual penderita HIV/AIDS atau untuk melindungi kepentingan masyarakat. Asas keseimbangan ini merupakan asas yang berlaku umum. Keseimbangan Rahasia Kedokteran berupa kepastian perlindungan bagi manusia, dalam hal ini tenaga kesehatan/dokter dan ODHA serta juga harus bisa memulihkan keseimbangan tatanan masyarakat yang terganggu pada keadaan semula. Perkembangan makna keseimbangan Rahasia Kedokteran pada penderita HIV/AIDS telah berlangsung dalam upaya penaggulangan HIV/AIDS yang terwujud dalam prinsip-prinsip yang memuat persetujuan tindakan (consent), kepastian kerahasiaan (confidentiality), kepastian diagnosis (Correct Test) dengan konsekwensi pemberian layanan kesehatan ( Conect to) yang berupa Perawatan Dukungan Terapi ( Care Support and teratment). Prinsip-prinsip layanan ini dilaksanakan dengan komprehensif dan berkesinambungan. Kontruksi ideal keseimbangan rahasia pasien HIV/AIDS merupakan upaya mengatasi masalah yang masih sensitif yang berupa masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan populasi kunci yang merupakan hambatan untuk penurunan angka HIV/AIDS . Adanya peraturan yang bersifat punitif dan kriminal menyebabkan hambatan untuk melakukan pemeriksaan di layanan kesehatan. Peraturan-peraturan yang bersifat punitif ini sebaiknya ditinjau ulang atau dihapus demi mengurangi hambatan jangkauan pelayanan kesehatan pada kasus HIV/AIDS. Implikasi perkembangan makna prinsip keseimbangan rahasia pasien HIV/AIDS mewajibkan pemerintah untuk memberikan layanan yang benar-benar lengkap mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabiitatif. Khususnya dalam pelayanan kuratif pemerintah wajib menyediakan layanan terapi obat HIV/AIDS bermutu , terjangkau dan berkelanjutan untuk terapi ODHA yang membutuhkannya seumur hidupnya. Kata Kunci : Keseimbangan, Rahasia Kedokteran, HIV/AIDS

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Ilmu Hukum - S2
    Depositing User: Reni reni
    Date Deposited: 31 Dec 2017 17:28
    Last Modified: 31 Dec 2017 17:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38703

    Actions (login required)

    View Item