Pengelolaan Sampah Berbasis Peran Serta Masyarakat di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo

WAHYUNING, SRI (2017) Pengelolaan Sampah Berbasis Peran Serta Masyarakat di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (97Kb)

    Abstract

    Permasalahan tentang sampah tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan, di pedesaan sampah sudah menjadi persoalan yang kompleks juga. Salah satunya adalah di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Seperti halnya di kota, di desa pun tidak luput dari perilaku buang sampah sembarangan. Limbah dari rumah tangga selalu dibuang ke sungai, sehingga saat ini di desa jarang ditemui sungai yang bersih tanpa sampah. Sampah tersangkut di pinggiran sungai, berupa daun-daunan, ranting, kaleng, stereofoam, plastik bekas mi instan, detergent, pembalut maupun popok bayi atau orang sering menyebutnya pampers. Timbulan sampah yang dibuang ke sungai ini menjadi persoalan yang serius di Desa Kalibeber karena menyebabkan sungai menjadi kotor, dan arus sungai terhambat karena terhalang timbunan sampah. Penelitian perihal pengelolaan sampah ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi jenis dan berat sampah (2) Mengkaji bagaimana pengolahan sampah dan (3) Mengkaji model pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Wonosobo. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bermaksud mendeskripsikan suatu fenomena. Data primer diperoleh dari informan atau narasumber yang menangani dan mengelola sampah. Data sekunder dari rujukan tentang pengelolaan sampah. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, kelompok diskusi terfokus, dan studi dokumentasi. Pengelolaan sampah ditinjau dari aspek operasional, peran serta masyarakat, kelembagaan, pembiayaan dan peraturan yang mengacu pada analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threats (SWOT) Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sampah organik meliputi sisa makanan, kulit buah, kulit sayur, daun, ampas kelapa, kertas, kardus dan duplek. Sampah anorganik yaitu gelas/botol plastik, kantong plastik, plastik bekas bungkus makanan, bekas sabun, bungkus mie, bungkus snack, bekas pestisida, kaca, gelas/botol kaca, besi, pembalut, dan pampers. Rata-rata sampah yang timbul tiap harinya mencapai 694,9 kg sampah organik, 587,8 kg/hari sampah anorganik dan sampah residu mencapai 535,5 kg/hari. Pengolahan sampah organik dilakukan dengan teknik pengomposan/komposting. Proses pengomposan menggunakan laktomanyon atau bakteri pengurai. Sampah anorganik dikumpulkan di Bank Sampah dan Koperasi Sampah, dan didaur ulang menjadi kerajinan tangan. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Kalibeber dimulai dari penyusunan perencanaan, sosialisasi kegiatan, pemilahan sampah, pengomposan, membuat kerajinan dari sampah, mengikuti pelatihan, dan penyebaran informasi. Kata kunci: mengolah sampah, model pengelolaan sampah, peran serta masyarakat

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
    Divisions: Pascasarjana
    Pascasarjana > Magister > Ilmu Lingkungan
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 31 Dec 2017 00:28
    Last Modified: 31 Dec 2017 00:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38642

    Actions (login required)

    View Item