EVALUASI KINERJA SEISMIK PADA BANGUNAN RUSUNAWA CILACAP DENGAN PENGEMBANGAN KURVA KERAPUHAN BERBASIS INCREMENTAL DYNAMIC ANALYSIS

WIBISONO , NAUFAL (2017) EVALUASI KINERJA SEISMIK PADA BANGUNAN RUSUNAWA CILACAP DENGAN PENGEMBANGAN KURVA KERAPUHAN BERBASIS INCREMENTAL DYNAMIC ANALYSIS. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (309Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Naufal Wibisono, 2017. Evaluasi Kinerja Seismik Pada Bangunan Rusunawa Cilacap dengan Pengembangan Kurva Kerapuhan Seismik Berbasis Incremental Dynamic Analysis. Skripsi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Evaluasi gedung tahan gempa berbasis kinerja di Indonesia sangat penting karena sebagian besar wilayah Indonesia rawan terhadap gempa. Salah satu sarana untuk mengevaluasi kinerja seismik struktur bangunan adalah Incremental Dynamic Analysis (IDA). Prosedur IDA yaitu dengan melakukan nonlinear time-history analysis yang dilakukan dengan penyekalaan kebawah dan keatas hingga drift ratio diatas 6% atau flatline yang menunjukan bangunan sudah mulai runtuh. Pada penelitian ini dilakukan evaluasi kinerja seismik pada bangunan Rusunawa Cilacap dengan kelas situs tanah sedang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemungkinan terjadinya tingkat kerusakan struktur untuk berbagai intensitas gerakan tanah yang dapat digambarkan oleh kurva kerapuhan. Untuk membangun kurva kerapuhan yaitu dengan mengolah kurva IDA yang didapatkan dari IDA. Kurva IDA dirangkum sehingga mendapatkan median 16%, 50%, dan 84% . Penelitian ini menggunakan prosedur Keith Porter, Vamvatsikos dan Fragiadakis, dan Hazus-MH MR5 untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan bangunan menjadi empat kondisi kerusakan diskrit yaitu slight damage, moderate damage, extensive damage, dan complete damage. Hubungan probabilitas dengan empat parameter demand tersebut digambarkan dalam kurva kerapuhan. Hasil analisis kurva kerapuhan menurut ketentuan Keith Porter pada 0,4 PGA bangunan Rusunawa Cilacap memiliki probabilitas kerusakan struktur slight sebesar 78%, moderate sebesar 49%, dan extensive sebesar 8%. Sedangkan menurut ketentuan Vamvatsikos dan Fragiadakis memiliki probabilitas kerusakan struktur slight sebesar 79%, moderate sebesar 50%, dan extensive sebesar 9%. Sedangkan menurut ketentuan Hazus memiliki probabilitas kerusakan struktur slight sebesar 39%, moderate sebesar 7%, dan extensive sebesar 3%. Dilihat dari kurva kerapuhan seismik Rusunawa Cilacap dapat dikatakan sangat besar kemungkinan terjadi kerusakan slight dan moderate akibat gempa di daerah Cilacap. Kata kunci : Evaluasi Kinerja Seismik, Kurva Kerapuhan, Kurva IDA, Incremental Dynamic Analysis

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 31 Dec 2017 00:01
    Last Modified: 31 Dec 2017 00:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38631

    Actions (login required)

    View Item