ANALISIS TREN PRODUKSI DAN IMPOR KEDELAI SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPOR KEDELAI DI INDONESIA

Ningrum , Intan Husna (2017) ANALISIS TREN PRODUKSI DAN IMPOR KEDELAI SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPOR KEDELAI DI INDONESIA. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (537Kb)

    Abstract

    Intan Husna Ningrum. H0813085. 2017. “Analisis Tren Produksi dan Impor Kedelai serta Faktor-faktor yang Mempengaruhi Impor Kedelai di Indonesia”. Dibimbing oleh Dr. Ir. Heru Irianto, M.M dan Erlyna Wida Riptanti,S.P., M.P. Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Kedelai merupakan salah satu bahan makanan sumber protein yang digemari masyarakat Indonesia. Angka konsumsi rata-rata kedelai di Indonesia cukup tinggi yakni kurang lebih 2,2 juta ton per tahun, semetara rata-rata produksinya hanya sebanyak 819.442 ton per tahun. Kondisi ini mengakibatkan angka impor kedelai masih tinggi demi memenuhi semua kebutuhan konsumsi kedelai di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor kedelai di Indonesia, mengetahui tren dan proyeksi produksi kedelai Indonesia pada tahun 2016-2020 serta tren dan proyeksi impor kedelai Indonesia pada tahun 2016-2020. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi analisis. Penentuan daerah penelitian Indonesia ditentukan secara sengaja (purposive method). Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data runtun waktu tahun 1979-2015. Metode analisis menggunakan model log linier persamaan simultan dengan metode 2SLS (Two Stage Least Square) serta analisis Tren. Hasil analisis dari persamaan simultan didapatkan hasil persamaan impor kedelai: LnIM = -3,243 + 2,771 LnC – 1,516 LnPD - 0,119 LnKR – 0,225HI+μ. Faktor yang berpengaruh terhadap impor kedelai di Indonesia adalah konsumsi dan produksi. Konsumsi berpengaruh positif sementara produksi berpengaruh negatif. Persentase perubahan impor kedelai lebih besar dibandingkan dengan persentase perubahan konsumsi dan produksi kedelai. Hal ini berkaitan dengan tidak berlakunya pembatasan kuota impor kedelai. Persamaan untuk konsumsi kedelai adalah: LnC = 1,864 + 0,282 LnIM + 0,556 LnPD + 0,070 LnY + μ. Konsumsi dipengaruhi positif oleh impor dan produksi. Persentase perubahan konsumsi kedelai lebih kecil dibandingkan dengan persentase perubahan impor dan produksi kedelai. Persamaan untuk produksi kedelai adalah: LnPD = - 3,924 + 1,987 LnC – 0,144 LnHD - 0,654 LnIM + μ. Produksi dipengaruhi secara positif oleh konsumsi dan negatif oleh impor. Persentase perubahan produksi kedelai lebih besar dibandingkan dengan persentase perubahan konsumsi kedelai, sementara itu persentase perubahan produksi kedelai lebih kecil dibandingkan dengan persentase perubahan impor kedelai. Tren produksi kedelai Indonesia menunjukkan pola kubik dengan kecenderungan meningkat dan menurun pada periode tertentu. Tren produksi kedelai Indonesia tahun 2016-2020 memiliki kecenderungan meningkat dengan persentase 11,18% per tahun. Produksi tahun 2016 diproyeksikan sebesar 1.110.537 ton sedangkan tahun 2020 meningkat menjadi 1.721.350 ton. Tren impor kedelai Indonesia menunjukkan pola kuadratik dengan kecenderungan meningkat dengan nilai yang tidak sama setiap tahun. Tren impor kedelai Indonesia tahun 2016-2020 memiliki kecenderungan meningkat dengan rata-rata persentase 4,13% per tahun. Impor tahun 2016 diproyeksikan sebesar 2.224.188 ton sedangkan tahun 2020 meningkat menjadi 2.611.270 ton.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SB Plant culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
    Depositing User: Intan M Kusumastuti
    Date Deposited: 30 Dec 2017 07:28
    Last Modified: 30 Dec 2017 07:28
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38501

    Actions (login required)

    View Item