PENGARUH PERBEDAAN BENTUK PENAMPANG SPESIMEN TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC)

ASTUTI, RETNO KUSUMA (2017) PENGARUH PERBEDAAN BENTUK PENAMPANG SPESIMEN TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (348Kb)

    Abstract

    Pada pengecoran yang tidak memungkinkan penggunaan vibrator, beton hanya mengandalkan sifat self-compactibility beton segar yang digunakan. Sifat self-compactibility menjadi dasar penggunaan SCC. Penggunaan fly ash sebagai pengganti sebagian semen dalam campuran Self Compacting Concrete dengan kadar lebih dari 50% atau disebut High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA SCC) akan menambah kemampuan aliran beton segar , mengurangi kapur padam aktif sebagai hasil sampingan dari proses hidrasi antara semen dan air yang cenderung melemahkan beton serta menambah kepadatan beton karena butiran fly ash akan berperan sebagai filler antar agregat. Menguji kuat tekan beton merupakan salah satu tahap paling penting dari pekerjaan konstruksi. Dalam pengujian kualitas beton, ada berbagai cetakan yang digunakan sesuai dengan standar yang berbeda di berbagai Negara. Pada penelitian sebelumnya didapatkan bahwa bentuk penampang mempengaruhi hasil pengujian beton. Pada penelitian ini akan dikaji tentang pengaruh bentuk penampang spesimen terhadap hubungan tegangan dan regangan pada HVFA-SCC. Beberapa hal yang dikaji meliputi kuat desak beton, grafik hubungan tegangan dan regangan, modulus elastisitas beton, nilai daktilitas dan nilai toughness. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Bahan & Struktur dan Laboratorium Material Fakultas Teknik UNS. Penelitian ini menggunakan total benda uji 18 buah dengan variasi bentuk penampang lingkaran, segiempat dan segienam, tiga sampel untuk masing-masing variasi bentuk penampang untuk beton normal dan HVFA-SCC umur 28 hari. Rancang campur yang digunakan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete menggunakan teknologi SCC berdasar EFNARC Specification and Guidelines for Self-Compacting Concrete, 2002. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa HVFA SCC pada umur 28 hari memiliki kuat desak yang lebih rendah dibandingkan dengan beton normal dengan rata-rata penurunan kekuatannya adalah 27%. Beton normal dengan penampang segiempat memiliki kuat desak terendah dengan kenaikan sebesar 23% untuk segienam dan 41% untuk lingkaran, begitupula dengan HVFA-SCC, penampang segiempat memiliki kuat desak terendah dengan kenaikan sebesar 43% untuk segienam dan 52% untuk lingkaran. Nilai Modulus Elastisitas rata-rata pada HVFA-SCC lebih kecil dibandingkan beton normal, yaitu 9578,47 MPa untuk HVFA-SCC dan 13774,44 MPa untuk beton normal. Nilai toughness postcapeak rata-rata dari HVFA-SCC lebih besar dibandingkan nilai toughness postcapeak beton normal, yaitu 0,036 untuk HVFA-SCC dan 0,033 untuk beton normal. Begitupula dengan nilai daktilitas, yaitu 6,93 untuk HVFA-SCC dan 5,44 untuk beton normal.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 29 Dec 2017 11:46
    Last Modified: 29 Dec 2017 11:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38470

    Actions (login required)

    View Item