Pengaruh terapi N Asetil sistein terhadap kadar Monocyte Chemoattractan Protein- 1 dan Oxidized LDL pada pasien diabetes melitus tipe 2

Negoro, Wibowo Mustoko (2017) Pengaruh terapi N Asetil sistein terhadap kadar Monocyte Chemoattractan Protein- 1 dan Oxidized LDL pada pasien diabetes melitus tipe 2. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (404Kb)

    Abstract

    Wibowo Mustoko Negoro. S961308008. Pengaruh Terapi N-asetilsistein Terhadap Kadar Monocyte Chemoattractant Protein-1 (MCP-1) dan Oxidized Low Density Lipoprotein (Ox-LDL).THESIS. Pembimbing: Prof. Dr. H.M Bambang Purwanto, dr. KGH Sp.PD FINASIM. Program Studi Ilmu Penyakit Dalam Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar Belakang DMtipe2terbukti berhubungan dengan disfungsiendoteldimana hiperglikemia akanmenyebabkan terjadinya autooksidasi glukosa sehingga terbentuk radikal bebas (stress oksidatif), peningkatan jalur poliol yang menurunkan antioksidan endogen, peningkatan non enzymatic glycated-LDL dan penurunan pengambilan kembali oleh reseptor dan katabolisme LDL. MCP-1 salah satu marker yang mengatur migrasi dan infiltrasi dari monosit, akan mengaktifkan NFKβ yang mengekspresi sitokin pro-inflamasi.N-aetilsistein merupakan senyawayang mengandung tiol dengan efek antioksidan dan antiinflamasi sehingga dapat menghambat stress oksidatif. Tujuan Penelitian Penelitian bertujuan membuktikan, mengetahui danmembandingkanpengaruh terapiN-asetil sisteinterhadap kadar MCP-1 dan kadar Ox-LDLpasien DM tipe 2. Metode Penelitian Penelitian eksperimental, randomized controlled trial,40 subyekpasienDMtipe2 dipoliklinik endokrin terbagi 2 yaitu kelompok kontrol 20 subyek (terapi standar + placebo) dan kelompok perlakuan 20 subyek (terapi standar + n-asetilsistein 200mg/ 8jam) selama 4 minggu. Data dalam bentuk mean ± SD dianalisis menggunakan SPSS 22 for windows, nilai p <0,05 dianggap signifikan secara statistik.Uji beda mean, untuk mengetahui beda mean antara kelompok perlakuan dan plasebo sebelum dan sesudah perlakuan, digunakan uji t sampel independen (distribusi data normal) dan digunakan uji mann whitney (distribusi tidak normal). Untuk mengetahui beda mean antara sebelum dengan sesudah perlakuan dalam satu kelompok digunakan uji tsampel berpasangan bila distribusi data normal (bila tidak normal digunakan uji wilcoxon). Hasil Penelitian Kadar MCP-1 sebelum dan sesudah placebo(270,20±72,47) pg/mLdan (287,18±87,74) pg/mL.KadarOx-LDL(1707,4±332,64)pg/mLdan (1818,70±220,0)pg/mL.Sedangkan kelompok N asetilsistein, kadar MCP-1 sebelum dan sesudah perlakuan(270,13±61,15) pg/mLdan (230,79±64,24) pg/mL. Kadar Ox-LDL (1877,40±310,27) pg/mL dan (1352±255,02) pg/mL. Hasil perhitungan beda 2 mean antara variable delta-MCP-1 pada kelompok placebo dan kelompok N-asetilsistein (-16,99±51,73) pg/mLdan (39,34±59,92)pg/mL, perbedaan significan(p= 0,003). Hasil perhitungan beda 2 mean untuk variabel delta-Ox-LDL pada kelompok placebo dan kelompokN-asetilsistein (-111,30 ± 237,73) pg/mL dan (524,45 ± 273,62) pg/mL, perbedaan significan (p= 0,001). Kesimpulan Pemberian terapi N-asetilsistein secara bermakna menurunkan kadar MCP-1 dan kadar Ox-LDL pada pasien DM tipe 2. Kata kunci :N-asetilsistein, MCP-1, Ox-LDL, DM tipe 2.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Spesialis Ilmu Penyakit Dalam
    Depositing User: Zahrotun Hanifah
    Date Deposited: 28 Dec 2017 11:15
    Last Modified: 28 Dec 2017 11:15
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38372

    Actions (login required)

    View Item