PENGARUH RASIO DIAMETER / TINGGI SPESIMEN TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE

P, GALANG NUR AJI (2017) PENGARUH RASIO DIAMETER / TINGGI SPESIMEN TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN DAN REGANGAN PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (609Kb)

    Abstract

    Galang Nur Aji Pamungkas, 2017, Pengaruh Rasio Diameter / Tinggi Spesimen terhadap Hubungan Tegangan dan Regangan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC), Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penggunaan material pengganti semen seperti fly ash yang merupakan limbah pembakaran batubara masih berkisar 10%-35% dari berat semen dan dinilai belum maksimal dalam hal peningkatkan daya tahan (durability) terhadap sulfat, alkalisilika ekspansi, dan juga thermal cracking. Penggunaan fly ash dengan kadar minimum 50% sebagai pengganti semen disebut dengan High Volume Fly Ash Concrete. Perpaduan teknologi antara beton memadat mandiri dengan beton yang menggunakan fly ash dengan kadar yang tinggi sebagai pengganti semen dikenal dengan istilah high volume fly ash – self Compacting concrete (HVFA-SCC). Pada penelitian ini akan dikaji tentang pengaruh rasio tinggi terhadap diameter benda uji silinder terhadap hubungan tegangan dan reganngan pada HVFA-SCC. Beberapa hal yang dikaji meliputi kuat desak beton, graik hubungan tegangan dan regangan, modulus elastisitas beton, daktilitas, dan nilai index toughness. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Bahan & Struktur Program Studi Teknik Sipil UNS dan Laboratorium Material Program Studi Teknik Mesin UNS. Penelitian ini membandingkan 3 variasi ukuran tinggi benda uji dengan diameter yang sama untuk benda uji HVFA-SCC dan beton normal. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berdiameter 75 mm dengan variasi tinggi 75mm, 10mm, 15mm. Rancang campur yang digunakan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete menggunakan teknologi Self-Compacting Concrete (SCC) berdasar EFNARC Specification and Guidelines for Self-Compacting Concrete, 2002. Hasil dari penelitian ini adalah HVFA-SCC pada umur 28 hari memiliki kuat desak yang lebih rendah dibandingkan dengan beton normal dengan rata-rata penurunan kekuatannya adalah sebesar 19,87%. HVFA-SCC dengan rasio d/h = 2 memiliki kuat desak terendah dengan kenaikan sebesar 18,77% untuk rasio d/h = 1,5 dan 22,71% untuk rasio d/h = 1, sama halnya dengan beton normal rasio d/h = 2 memiliki kuat desak terendah dengan kenaikan sebesar 0,36% untuk rasio d/h = 1,5 dan 1,61% untuk rasio d/h =1. Nilai modulus elastisitas rata-rata pada HVFA-SCC lebih kecil dibandingkan dengan beton normal, yaitu 10133,11 MPa untuk HVFA-SCC dan 15417,49 MPa untuk beton normal. Nilai thougness postpeak rata-rata pada HVFA-SCC lebih besar dibandingkan nilai thougness postpeak beton normal, yaitu 0,047 untuk HVFA-SCC dan 0,036 untuk beton normal. Nilai daktilitas rata-rata HVFA-SCC lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal, yaitu 5,56 untuk HVFA-SCC dan 4,29 untuk beton normal. Kata kunci : size effect, tegangan dan regangan, fly ash, HVFA-SCC

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik
    Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 28 Dec 2017 11:06
    Last Modified: 28 Dec 2017 11:06
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38370

    Actions (login required)

    View Item