PENGARUH PENGERINGAN OVEN-DRYING DAN FREEZE-DRYING PADA RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) DAN LEMPUYANG EMPRIT (Zingiber amaricans) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeroginosa

Sartika, Nurandini Aulia (2017) PENGARUH PENGERINGAN OVEN-DRYING DAN FREEZE-DRYING PADA RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) DAN LEMPUYANG EMPRIT (Zingiber amaricans) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeroginosa. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (322Kb)

    Abstract

    Jahe (Zingiber officinale) dan lempuyang emprit (Zingiber amaricans) merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Jahe dan lempuyang emprit juga diketahui memiliki potensi aktivitas antimikroba. Metode pengeringan pada proses pengolahan tanaman herbal dapat merubah komposisi metabolit primer dan sekunder. Apalagi, proses pengeringan menggunakan pemanasan dapat mendegradasi senyawa organik. Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeroginosa merupakan bakteri yang banyak menyebabkan infeksi pada jaringan. Jahe dan lempuyang emprit memiliki kandungan senyawa yang memIliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pengaruh pengeringan rimpang jahe dan lempuyang emprit pada aktivitas antimikroba terhadap S.aureus dan P.aeroginosa. Dua kelompok sampel rimpang dikeringkan dengan metode oven-drying dan freeze-drying. Konsentrasi aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif dan negatif diberikan dengan konsentrasi bertingkat jahe 10%, 5%, 2.5%, dan 1,25% dan lempuyang emprit 12.5%, 6.25%, 3.12% dan 1.56% menggunakan metode difusi agar (Disk Diffusion). Kontol positif, tablet ciprofloxacin, diberikan untuk membandingkan aktivitas antibakteri senyawa antibiotik dengan ekstrak sampel. Data diuji secara statistik menggunakan one-way ANOVA dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan zona hambat jahe pengeringan freeze-drying dengan oven-drying terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan nilai yang lebih tinggi secara signifikan pada setiap seri konsentrasi (P<0,05), namun terhadap bakteri Pseudomonas aeroginosa menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (P>0,05). Zona hambat lempuyang emprit, baik terhadap bakteri Staphylococcus aureus maupun Pseudomonas aeroginosa, juga tidak menunjukkan pengeringan freeze drying lebih tinggi secara signifikan daripada pengeringan oven-drying (P>0,05).

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Farmasi
    Depositing User: Zahrotun Hanifah
    Date Deposited: 27 Dec 2017 16:09
    Last Modified: 27 Dec 2017 16:09
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38241

    Actions (login required)

    View Item