pengaruh faktor psikososio ekonomi pola asuh orang tua dan kejadian sibling rivalry terhadap perkembangan mental emosional anak usia pra sekolah di kabupaten sidoarjo

Fauziah, Rahma (2017) pengaruh faktor psikososio ekonomi pola asuh orang tua dan kejadian sibling rivalry terhadap perkembangan mental emosional anak usia pra sekolah di kabupaten sidoarjo. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (172Kb)

    Abstract

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kenakalan anak pada tahun 2010 sebanyak 193.115 kasus. Permasalahan sosial sebagai salah satu bentuk penyimpangan mental emosional seperti berani dengan orang tua, sering berkelahi, menyakiti temannya, lambat belajar, dan antisosial marak terjadi. Penanganan gangguan mental emosional secara dini diharapkan dapat membantu anak mempunyai perkembangan yang lebih baik bagi masa depannya. Pola asuh orang tua merupakan sarana terbaik bagi pembentukan kepribadian anak yang utuh dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor psiko-sosio-ekonomi, pola asuh orangtua dan kejadian sibling rivalry terhadap perkembangan mental emosional anak usia prasekolah. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional, dengan pen¬deka¬tan¬ cross sectional. Lo¬ka¬si penelitian di 4 sekolah TK di Kabupaten Sidoarjo. Waktu penelitian pada bulan Maret-Mei 2017. Besar sampel sebesar 120 subjek, dipilih dengan teknik Multistage Random Sampling. Variabel dependen adalah perkembangan mental emosional. Variabel independen antara lain pendidikan, pendapatan, jumlah anak, keyakinan nilai anak, pola asuh orangtua dan kejadian sibling rivalry. Variabel dependen dan independen diukur menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur. Hasil: Perkembangan mental emosional dipengaruhi oleh pola asuh orang tua otoritatif (b=4.81; 95% CI 3.05 hingga 6.56; p=<0.001); dan kejadian sibling rivalry (b=2.45; 95% CI= 0.92 hingga 3.99; p=0.002). Pola asuh orang tua dipengaruhi oleh pendidikan ibu ≥SMA (b=2.14; 95% CI 0.03 hingga 4.24; p=0.046); pendapatan keluarga ≥UMR (b=1.41; 95% CI 0.07 hingga 2.75; p=0.038); dan keyakinan nilai anak positif (b=1.34; 95% CI 0.00 hingga 2.68; p=0.049). Pendapatan keluarga dipengaruhi oleh pendidikan ≥SMA (b=2.84; 95% CI 1.85 hingga 3.83; p=<0.001). Kejadian sibling rivalry dipengaruhi oleh jumlah anak >2 (b=1.85; 95% CI 1.06 hingga 2.65; p=<0.001). Jumlah anak di dipengaruhi oleh keyakinan nilai anak positif (b=3.77; 95% CI 2.27 hingga 5.27; p=<0.001). Kesimpulan: Perkembangan mental emosional dipengaruhi oleh pola asuh orang tua otoritatif dan kejadian sibling rivalry. Pola asuh orang tua dipengaruhi oleh pendidikan ibu ≥SMA, pendapatan keluarga ≥UMR dan keyakinan nilai anak positif. Pendapatan keluarga dipengaruhi oleh pendidikan ibu ≥SMA. Kejadian sibling rivalry dipengaruhi oleh jumlah anak >2. Jumlah anak di dipengaruhi oleh keyakinan nilai anak positif. Kata Kunci: faktor psikososioekonomi, pola asuh orangtua, sibling rivalry

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Spesialis Pulmonologi dan Ked. Respirasi
    Depositing User: Reni reni
    Date Deposited: 26 Dec 2017 21:40
    Last Modified: 26 Dec 2017 21:40
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/38118

    Actions (login required)

    View Item