Pembuatan Sirup Kaya Flavonoid dari Daun Kelor (Moringa oleifera)

Millah, Nurul (2017) Pembuatan Sirup Kaya Flavonoid dari Daun Kelor (Moringa oleifera). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (93Kb)

    Abstract

    Daun kelor merupakan sumber makanan yang kaya β-karoten, protein, vitamin C, kalsium dan kalium. Selain itu daun kelor juga mengandung antioksidan alami, seperti asam askorbat, flavonoid, alkaloid, fenolat dan karotenoid. Akan tetapi, sampai saat ini hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkan daun kelor sebagai sayuran. Pemanfaatan daun kelor lebih banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak untuk menambah suplemen pada binatang ternak. Hal ini dikarenakan daun kelor dapat memberikan rasa langu jika dimakan. Oleh karena itu, perlu adanya pemanfaatan daun kelor dalam bentuk lain sehingga manfaatnya dapat tersalurkan dan berguna bagi tubuh yaitu berupa minuman dalam bentuk sirup. Sirup merupakan salah satu bentuk minuman yang sangat familiar di Indonesia, yang dapat dikonsumsi hampir semua kalangan. Sirup merupakan larutan gula pekat atau gula inversi lainnya dengan atau tanpa penambahan bahan tambahan makanan tertentu. Sirup yang dibuat dari ekstrak daun kelor memiliki banyak kandungan gizi salah satunya kandungan flavonoid. Kandungan flavonoid berfungsi sebagai antifungi, diuretik, antihistamin, antihipertensi, insektisida, bakterisida, antivirus dan menghambat kerja enzim. Pembuatan sirup daun kelor terdiri dari tiga tahap yaitu ekstraksi, evaporasi dan pencampuran bahan. Proses ekstraksi dilakukan selama 4 jam pada suhu 90 – 100 °C dan mengalami refluks 15 – 20 kali. Selanjutnya, proses evaporasi dilakukan dengan vacum evaporator selama 1 jam dengan suhu 85 – 90 °C pada 100 rpm. Hasil proses ekstraksi dan evaporasi selanjutnya dicampurkan dengan bahan tambahan makanan lain sehingga didapatkan sirup daun kelor. Setiap satu liter sirup dibutuhkan 943,44 gram daun kelor segar, 598,8 gram gula pasir dan air sebanyak 249,5 ml. Selain itu juga ditambahkan natrium benzoat, asam sitrat dan essence dengan kebutuhan masing-masing 0,4 gram, 3 gram dan 4 ml. Ekstrak daun kelor dilakukan pengujian kandungan flavonoid sedangkan sirup daun kelor dilakukan uji organoleptik. Pengujian kandungan flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri dan didapatkan hasil sebesar 0,03 gram. Selain itu, ekstrak daun kelor juga mengandung kalsium sebesar 38,255 ppm, kalium/potassium sebesar 519,60 ppm, vitamin C sebesar 187,53 mg dan protein sebesar 5,044 % (wb). Sedangkan uji organoleptik dilakukan pada 25 panelis. Sebanyak 68% panelis menyatakan suka terhadap rasa sirup daun kelor, 68 % suka terhadap warna sirup, dan 88% panelis suka terhadap aroma sirup. Berdasarkan hasil pengujian terhadap sirup daun kelor, menyatakan bahwa sirup dapat diterima konsumen dan aman untuk dikonsumsi.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TP Chemical technology
    Divisions: Fakultas Teknik > D3 - Teknik Kimia
    Depositing User: Zahrotun Hanifah
    Date Deposited: 25 Dec 2017 11:26
    Last Modified: 25 Dec 2017 11:26
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37897

    Actions (login required)

    View Item