PERILAKU LENTUR PELAT BETON BERTULANG DUA ARAH YANG DITAMBAL DENGAN UPR-BASED PATCH REPAIR MORTAR DENGAN VARIASAI LETAK PENAMBALAN

Zakiyah, Dede (2017) PERILAKU LENTUR PELAT BETON BERTULANG DUA ARAH YANG DITAMBAL DENGAN UPR-BASED PATCH REPAIR MORTAR DENGAN VARIASAI LETAK PENAMBALAN. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (985Kb)

    Abstract

    Dede Zakiyah, 2017, Perilaku Lentur Pelat Beton Bertulang Dua Arah Yang Ditambal Dengan Upr-Based Patch Repair Mortar Dengan Variasi Letak Penambalan, Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Sistem pelat dua arah terjadi jika perbandingan dari bentang panjang (Ly) terhadap bentang pendek (Lx) kurang dari dua. Beban pada pelat ini disalurkan ke empat sisi pelat. Hal ini menyebabkan lendutan pelat mempunyai kelengkungan ganda[1]. Beton bertulang memiliki usia layan yang panjang, tidak jarang sebelum mencapai usia layan, struktur beton bertulang mengalami kerusakan pada selimut beton. Spalling merupakan terlepasnya bagian beton dalam bentuk kepingan atau bongkahan kecil. Salah satu metode perbaikan pada kerusakan ini ialah patch repair method[2]. Penelitian ini akan mengkaji mengenai perilaku lentur pelat beton bertulang dua arah yang diperbaiki dengan UPR-mortar dengan variasi letak penambalan. Metode penelitian ini ialah eksperimental laboratorium dengan benda uji pelat beton bertulang berukuran panjang 1350 mm, lebar 950 mm, dan tinggi 80 mm, dengan tulangan memanjang (arah y) 5D10 dan tulangan melintang (arah x) 7D10. Pengujian dilakukan ketika umur beton 90 hari dengan memberikan beban sentris pada pelat. Total benda uji sebanyak 5 buah dengan spesifikasi berupa pelat beton bertulang normal (P1), pelat dengan coakan tanpa repair (P2), pelat dengan penambalan sentris (P3), pelat dengan penambalan eksentris sumbu x dan y (P4), dan pelat dengan penambalah eksentris sumbu x (P5).` Hasil penelitian perbaikan menggunakan UPR-Mortar dengan variasi letak perbaikan mempengaruhi kemampuan benda dalam menahan beban. Pola retak terjadi pada daerah pelat beton tanpa perbaikan UPR-Mortar. Prosentase perubahan kapasitas lentur, daktilitas dan indeks kekakuan pelat dibandingkan dengan pelat normal P1. Pada fase retak awal pengembalian beban retak terhadap pelat normal sebesar 29,73% untuk P2, 97,29% untuk P3, 40,54% untuk P4 dan 100% untuk P5. Pada fase runtuh pengembalian beban runtuh terhadap pelat normal sebesar 75,51% untuk P2, 79,59% untuk P3, 94,56 untuk P5 dan 104,08% untuk P4. Pengembalian nilai daktilitas terhadap pelat normal sebesar 47,34% untuk P2, 98,42% untuk P3, 71,31% untuk P4 dan 81,44% untuk P5. Pengembalian nilai indeks kekakuan terhadap pelat normal sebesar 112% untuk P2, 266% untuk P3, 64% untuk P4 dan 126% untuk P5. Pada P1 dan P5 mengalami keruntuhan lentur, sedangkan pelat P2, P3, dan P4 mengalami keruntuhan punching shear. Kata kunci : Beton bertulang, pelat beton bertulang dua arah, UPR-Mortar, perilaku lentur, metode perbaikan, spalling.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Faricha Rizqi
    Date Deposited: 24 Dec 2017 12:41
    Last Modified: 24 Dec 2017 12:41
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37854

    Actions (login required)

    View Item