MPLEMENTASI AKAD IJARAHPADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG SOLOBARU

Mukhlas, (2010) MPLEMENTASI AKAD IJARAHPADA PEGADAIAN SYARIAH CABANG SOLOBARU. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (938Kb)

    Abstract

    MUKHLAS, 2010. IMPLEMENTASI AKAD IJARAH PADA PEGADAIAN SYARL4H CABANG SOLOBARU SUKOHARJO, Hukum Ekonomi Syariah Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan tesis ini dilatar belakangi munculnya berbagai macam lembaga keuangan yang berbasis Syariah baik lembaga keuangan Bank ataupun bukan Bank, Lembaga keuangan Syariah ini bermula dari Bank Muamalat Indonesia, karena di undangkannya Unudang-undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undangundang Nomor 7 tahun 1992 Tentang Perbankan, dimana sistim transaksi dengan prinsip syariah dimuat pada pasal 1 ayat 12 dan 13. Dari sinilah muncul lembaga keuangan yang berbasis Syariah, termasuk didalamnya adalah Pegadaian Syariah. Gadai Syariah adalah layanan gadai yang operasionalnya memakai ketentuan Syariah yang mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional karena Undang-undang gadai Syariah belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Akad ijarahdi Pegadaian Syariah Solobaru sudah sesuai dengan prinsip Syariahatau belum, serta untuk mengetahui lebih mendalam tentang Gadai Syariah. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui akad ijarah sudah sesuai dengan syariah atau belum, sebagai parameternya Penulis menyajikan rahn dan ijarah menurut kajian Ulama Fikih, serta membandingkan dengan Kredit Cepat dan Aman (KCA) di Pegadaian Konvensional, dari sinilah dapat diketahui sisi persamaan dan perbedaan antara teori Fikih dan praktek dilapangan. Penelitian bersifat kuwalitatif karena bersifat alamiah dan menghendaki keutuhan sesuai dengan masalah penelitian ini yaitu implementasi akad ijarah karena transaksi tersebut langsung berhubungan dengan interaksi sosial. Hasil penelitian ini adalah mengungkapkan tentang operasional gadai syariah dengan aqad ijarah, dilapangan penulis menjumpai suatu kejanggalan yaitu satu transaksi dengan dua akad, yaitu akad Rahn (gadai), setelah akad gadai selesai masuk akad lagi yaitu Ijaroh yang berkaitan dengan sews modal. gadai pada prinsipnya adalah akad utang piutang, utang tidak boleh mengembalikan dengan imbalan yang lebih dari pokok pinjamam. Pada akhir pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa akad ijarahdi Pegadaian Syariah Cabang Solobaru belum sesuai dengan Syariah, Pada pokoknya didalam sistim Ekonomi hanya ada dua model yaitu Jual beli dan utang piutang, dari situlah akan timbul riba, ghoror, maisirdan haram, yang paling banyak ribaterjadi pada utang piutang, sedangkan pada jual beli adalah maisir, ghorordan haram.

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister > Ilmu Hukum - S2
    Depositing User: Users 849 not found.
    Date Deposited: 14 Jul 2013 18:01
    Last Modified: 14 Jul 2013 18:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3778

    Actions (login required)

    View Item