PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS IV SDN MEDURI 01 MARGOMULYO BOJONEGORO 2009/2010

TRIANA DEWI S, EVY (2010) PENINGKATAN KETERAMPILAN BERCERITA DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF PADA SISWA KELAS IV SDN MEDURI 01 MARGOMULYO BOJONEGORO 2009/2010. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (189Kb)

    Abstract

    Bercerita merupakan bentuk kegiatan berbicara yang estetik, dengan bercerita siswa diharapkan mampu mengungkapkan gagasan, ide, atau perasaannya bisa juga dengan bercerita siswa dapat menceritakan hal – hal atau kejadian yang pernah dialaminya kepada orang lain. Pembelajaran keterampilan bercerita merupakan hal yang penting bagi seorang guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran yang didominasi oleh guru saja tanpa mengaktifkan siswa dalam kegiatan belajar mengajar akan menimbulkan kejenuhan pada siswa, dan siswa tidak bisa berkreativitas dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut seperti yang sedang dialami siswa kelas IV SDN Meduri 01. Keterampilan yang dimiliki siswa dalam bercerita masih kurang. Kekurangmampuan siswa tersebut antara lain : siswa masih sulit sekali apabila disuruh untuk bercerita di depan kelas. Siswa hanya bercerita dengan singkat. Penggunaan kata yang berulang – ulang dalam berbicara. Siswa maksimal bercerita tidak lebih dari lima kalimat saja. Serta siswa kurang mampu bercerita dengan menggunakan kata – katanya sendiri. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran bercerita maka dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Di dalam pendekatan kooperatif ada beberapa macam metode yang bisa diterapkan. Berdasarkan uraian permasalahan di atas maka penulis menggunakan metode bercerita berpasangan dalam meningkatkan keterampilan bercerita siswa. Dalam bercerita berpasangan siswa dapat meningkatkan keterampilan berbicaranya karena siswa akan saling berinteraksi dengan sesama temannya sehingga dapat berlatih meningkatkan dalam kemampuam berkomunikasi. Metode bercerita berpasangan cocok untuk bahan pelajaran yang bersifat naratif dan deskriptif (Sugiyanto, 2008:49) terutama pelajaran bahasa Indonesia karena itu metode ini digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini. Berdasarkan uraian di atas ada beberapa masalah yang muncul antara lain kurangnya kemampuan keterampilan bercerita yang dimiliki siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia, kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki siswa dalam bercerita, serta metode pembelajaran yang masih monoton yaitu dalam pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah dan hanya menyuruh siswa bercerita di depan kelas tanpa ada variasi. untuk mengatasi permasalahan yang muncul, digunakan pendekatan kooperatif dengan menggunakan metode bercerita berpasangan. Pencapaian untuk peningkatan keterampilan bercerita siswa tidak sekedar meningkatkan pemerolehan nilai bercerita tetapi siswa juga meningkatkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dan meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: L Education > L Education (General)
    Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah
    Depositing User: Users 830 not found.
    Date Deposited: 14 Jul 2013 18:02
    Last Modified: 14 Jul 2013 18:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3776

    Actions (login required)

    View Item