Aplikasi Giberelin dan Bakteri Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pembungaan dan Hasil Bawang Merah

Wulandari, Meilysa (2017) Aplikasi Giberelin dan Bakteri Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Pembungaan dan Hasil Bawang Merah. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (429Kb)

    Abstract

    Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi. Peningkatan luas panen bawang merah di Indonesia tidak disertai dengan peningkatan produksi sehingga produktivitas menurun. Penggunaan bahan tanam umbi membuat produktivitas bawang merah mengalami penurunan karena adanya patogen. Biji bisa menjadi salah satu solusi, namun di Indonesia pembentukkan biji masih sulit karena kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Giberelin (GA3) memiliki peranan menggantikan fungsi suhu dingin untuk tanaman bawang merah sehingga dapat berbunga. Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) mampu membantu menyediakan unsur P bagi tanaman. Unsur P berperan dalam pembungaan dan pemasakan buah serta biji. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh GA3 dan BPF terhadap pembungaan dan hasil bawang merah, serta menentukan berapa konsentrasi GA3 yang sesuai untuk pembungaan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di desa Gunung Mijil, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar ketinggian 98 m dpl pada bulan Mei sampai Desember 2016. Bibit bawang merah yang digunakan adalah varietas Bima yang diaplikasikan dengan GA3 konsentrasi 0, 50, 100, 150 dan 200 ppm dan penambahan inokulasi BPF 1.106 sel/g tanah dan tanpa penambahan yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor yaitu BPF dan konsentrasi GA3 yang diulang tiga kali. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, saat muncul bunga, persentase tanaman berbunga per petak, jumlah tangkai bunga per petak, jumlah bunga per tangkai, jumlah biji per tangkai dan berat biji per tangkai. Pengamatan pada komponen hasil meliputi jumlah umbi per tanaman, berat umbi segar per tanaman, berat umbi segar per petak, dan berat umbi kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPF berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan dan hasil. Respon tanaman dengan perlakuan aplikasi BPF lebih baik dari tanaman tanpa aplikasi BPF. Namun, aplikasi BPF tidak menunjukkan data yang terdistribusi normal pada komponen pembungaan dan pembentukan biji. Secara deskriptif aplikasi BPF memberikan hasil yang lebih baik dari tanaman tanpa aplikasi BPF pada variabel saat muncul bunga dan jumlah tanaman berbunga per petak. Aplikasi GA3 tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan sehingga tidak dapat diketahui konsentrasi yang optimal untuk pembungaan dan hasil bawang merah. Kombinasi aplikasi BPF dan GA3 menunjukkan hasil yang signifikan pada variabel jumlah umbi per tanaman dan berat segar umbi per tanaman. Aplikasi BPF memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per tanaman, dan berat segar umbi per tanaman yang lebih baik daripada tanaman bawang merah yang tanpa aplikasi BPF. Kombinasi BPF dan GA3 yang paling baik untuk jumlah umbi per tanaman dan berat segar umbi per tanaman adalah BPF+GA3 0 ppm.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
    Depositing User: Arief Atmojo
    Date Deposited: 20 Dec 2017 10:00
    Last Modified: 20 Dec 2017 10:00
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37686

    Actions (login required)

    View Item