Makna Interpersonal Teks Opini Kasus Basuki Tjahja Purnama (Ahok) terhadap Dugaan Penistaan Agama pada Harian Kompas dan Republika

KUSUMAWATI, RISKA (2017) Makna Interpersonal Teks Opini Kasus Basuki Tjahja Purnama (Ahok) terhadap Dugaan Penistaan Agama pada Harian Kompas dan Republika. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (405Kb)

    Abstract

    Penelitian ini membahas kasus yang menimpa Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang diduga menistakan agama Islam yang dimuat dalam teks opini harian Kompas dan Republika. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna interpersonal yang direpresentasikan dalam teks opini harian Kompas dan Republika terhadap kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok, melalui tiga aspek tenor yaitu status, afek dan kontak, serta mendeskripsikan struktur teks dari teks opini harian Kompas dan Republika. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan analisis dokumen pada data yang berupa klausa dalam struktur teks dari sumber data teks opini pada harian Kompas dan Republika. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional melalui struktur mood. Teknik ananalisis dilakukan dengan menentukan data dan bukan data (domain), taksonomi, komponensial, hingga menemukan tema budaya. Penelitian ini menghasilkan perbedaan struktur teks,yaitu stuktur teks harian Kompas adalah eksposisi sedangkan harian Republika adalah diskusi. Kedua teks opini tersebut mempunyai kesamaan dalam aspek status dan aspek kontak. Pada aspek status, posisi penulis lebih tinggi daripada pembaca. Penggunaan klausa imperatif dan interogatif dengan makna transaksional proposal menunjukkan ketidaksejajaran tersebut. Pada aspek kontak kedua teks opini tersebut tergolong tidak familiar karena banyak menggunakan nominalisasi dan istilah teknis sehingga mengakibatkan pembaca lebih sulit memahami isi teks. Pada harian Kompas penggunaan istilah teknis hukum merupakan ekspresi yang hanya mudah dipahami oleh pihak-pihak yang berada dalam wacana hukum. Sedangkan harian Republika, penggunaan istilah teknis hukum dan agama dimungkinkan pula pembaca lebih sulit memahami teks opini tersebut. Pada aspek afek, ditunjukkan penggunaan polaritas dan kata emotif. Pola yang digunakan untuk menunjukkan afek adalah 1) polaritas negatif dengan kata emotif negatif, 2) polaritas positif dengan kata emotif negatif, 3) polaritas negatif dengan kata emotif positif, 4) polaritas positif dengan kata emotif positif. Teks opini pada harian Kompas lebih menunjukkan keberpihakkan kepada Ahok, sedangkan pada harian Republika teks opini menunjukkan penilaian negatif. Temuan tersebut berdasarkan bukti linguistik dengan menggunakan struktur mood melalui tenor (pelibat). Kata kunci: teks opini, kasus Ahok, struktur mood, Linguistik Sistemik Fungsional

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
    Divisions: Pascasarjana > Magister > Linguistik - S2
    Depositing User: Indrawan indra
    Date Deposited: 18 Dec 2017 20:01
    Last Modified: 18 Dec 2017 20:01
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37586

    Actions (login required)

    View Item