Pengaruh Pemberian Ketotifen terhadap Jumlah Sel Fibroblas dan Kepadatan Sel Kolagen pada Luka Insisi Tikus Wistar

Hadian, Ingga (2017) Pengaruh Pemberian Ketotifen terhadap Jumlah Sel Fibroblas dan Kepadatan Sel Kolagen pada Luka Insisi Tikus Wistar. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (166Kb)

    Abstract

    Ingga Hadian, S-501202027. PENGARUH PEMBERIAN KETOTIFEN TERHADAP JUMLAH SEL FIBROBLAS DAN KEPADATAN SEL KOLAGEN PADA LUKA INSISI TIKUS WISTAR. Pembimbing I : DR. Untung Alfianto, dr, Sp.Bs, Pembimbing II : dr. Ardana Tri Arianto. Msi. Med. Sp.An-KNA. Program studi Magister Kedokteran Keluarga, Minat Utama Ilmu Biomedik, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2016. Latar Belakang : Sel mast merupakan salah satu yang berperan dalam proses inflamasi pada penyembuhan luka. Sel mast dikaitkan dengan kejadian luka kronis, sehingga sel mast diduga ikut memelihara proses inflamasi secara berlebihan. Hambatan pada degranulasi sel mast diharapkan akan mempercepat penyembuhan luka yang ditandai dengan meningkatnya jumlah sel fibroblas dan kepadatan sel kolagen. Ketotifen mampu mengurangi dreganulasi sel Mast dan mengurangi pelepasan Histamin, protease sel Mast, myeloperoxidase, leukotriens, PAF dan bermacam-macam Prostaglandin. Ketotifen juga menghambat agregasi polimorfonuklear serta mengurangi respon inflamasi dan mempercepat migrasi fibroblas di fase proliferasi. Tujuan :Mengetahui perbedaan jumlah sel fibroblas dan kepadatan sel kolagen pada tikus wistar yang diberikan Ketotifen oral dosis 0.3 mg/kg dibandingkan plasebo pada penyembuhan luka insisi tikus wistar. Metode : Penelitian ini termasuk true eksperimental laboratorik dengan desain Randomized Controlled Trial yang menggunakan tikus wistar sebagai obyek penelitian. 14 tikus Wistar dibagi dalam 2 kelompok, masing masing kelompok terdiri atas 7 tikus Wistar. Kelompok 1 merupakan kelompok kontrol yang dilakukan insisi sepanjang 2cm pada kulit punggung tikus dan diberikan plasebo per oral selama 6 hari. Kelompok 2 merupakan kelompok perlakuan yang dilakukan insisi sepanjang 2cm pada kulit punggung tikus dan diberikan Ketotifen 0,3 mg/kgBB per oral setiap 12 jam selama 6 hari. Analisis data untuk membandingkan rerata antar kedua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menggunakan uji independent samples t-test, dengan tingkat kemaknaan p < 0,05 (dikatakan bermakna secara statistik). Hasil : Pada kelompok kontrol didapatkan rerata persentase kepadatan sel kolagen sebesar 26,05 %, sedangkan pada kelompok Ketotifen didapatkan rerata persentase kepadatan sel kolagen sebesar 36,13 %. Untuk jumlah sel fibroblas pada kelompok kontrol didapatkan rerata sebesar 423 per lapang pandang, sedangkan pada kelompok Ketotifen didapatkan rerata sebesar 555,43 per lapang pandang. Kesimpulan : Ketotifen mempercepat penyembuhan luka ditandai dengan peningkatan sel fibroblas dan sel kolagen. Kata Kunci : Sel Mast, Ketotifen, Sel fibroblas, Serabut Kolagen. ABSTRACT Ingga Hadian, S-501202027. EFFECTS OF KETOTIFEN ON FIBROBLAST CELL COUNT AND COLLAGEN DENSITY ON INCISED WISTAR RATS. DR. Untung Alfianto, dr., Sp.BS, dr. Ardana Tri Arianto, Msi, Med, Sp.An-KNA. Background: Mast cells have a pivotal role in every healing process that involves inflammation of the cells, usually in wounds of chronic nature. If the degranulation process of the mast cells are inhibited, the healing process of the wound will accelerate, indicated by a raise in fibroblast cells and collagen density. Ketotifen are shown to inhibit the degranulation process and decreasing the release of histamin, mast cells proteases, myeloperoxidases, leukotriens, PAF, and various prostaglandins. Ketotifen can also inhibit the aggregation of polymorphonuclear cells, increasing the rate of fibroblast migration in the proliferation phase. This study was aimed to identify the effects of ketotifen on fibroblast cell count and collagen density tested on a wistar rats model. Methods: This study was a true laboratoric experimental study with randomized controlled trial using wistar rats model as objects. 14 rats were divided into two groups, each group contained seven rats. The first group was the control group, where the rats were incised 2 cm above the back skin, and were given per oral placebo for 6 days. The second group were given the same treatment, only the rats were given ketotifen 0.3 mg/kg per oral, every 12 hours lasting 6 days. The data were then collected and tested with independent sample t-test, with p value less than 0,05 is statistically significant. Results: In the control group, the mean percentage of the thickest collagen density were marked at 26.05%, whereas in the treatment group collagen density were marked at 36.13%. The mean fibroblast cell count were marked at 423 and 555.43 each viewing field, on the control group and the treatment group respectively. Conclusion: Ketotifen can accelerate the healing process, marked by the significant increase in collagen density and fibroblast cell count. Keywords: mast cells, ketotifen, fibroblast cells, collagen fibers.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    Divisions: Fakultas Kedokteran > Spesialis Anestesiologi dan Reaminasi
    Depositing User: Arief Atmojo
    Date Deposited: 18 Dec 2017 13:13
    Last Modified: 18 Dec 2017 13:13
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37489

    Actions (login required)

    View Item