Prosedur Sertifikasi Benih di BPSBP (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

C, Yesy Alfiani (2017) Prosedur Sertifikasi Benih di BPSBP (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (864Kb)

    Abstract

    YESY ALVIANI CHRISTINA. D1514114. PROSEDUR SERTIFIKASI BENIH DI BPSBP (BALAI PENGAWASAN DAN SERTIFIKASI BENIH PERTANIAN) PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Program Studi Diploma III Manajemen Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret 2017. Prosedur sertifikasi benih merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan BPSBP (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Peranian) untuk membantu para petani untuk mendapatkan benih yang sesuai dengan ketentuan oleh BPSBP (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan pengamatan ini adalah untuk mengetahui alur dan syarat-syarat prosedur Sertifikas Benih. Jenis pengamatan yang penulislakukan adalah observasi berperan aktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan teknik wawancara, teknik observasi dan teknik kepustakaan di Kantor BPSBP (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil pengamatan menunjukan bahwa prosedur Sertifikasi Benih yaitu pertama mengajukan permohonan untuk melakukan sertifikasi benih kemudian menyerahkan dokumen persyaratan permohonan kebagian pengendali mutu benih, setelah itu dilakukan pengecekan terhadap dokumen pesryaratan dari calon Produsen yang mengajukan permohonan Sertifikasi Benih, dan proses terakhiryaitu melakukan pengujian lahan yang akan digunakan, pengujian alat yang akan digunakan, pengujuan laboratorium serta yang terahkir ialah hasil dari pengujian benih yang mengikuti Sertifikasi Benih tersebut. Setelah uji laboratorium dan hasil sertifikasi dinyatakan lulus dan memenuhi syarat maka produsen akan mendaparkan label dari BPSBP. Namun label yang telah diberikan oleh BPSBP tersebut memiliki masa kadaluarsa sehingga jika masa kadaluarsa kurang dari satu menggu produsen harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk mengikuti kembali pengujian dan pelabelan ulang. Manfaat yang diperoleh oleh produsen pada saat melakukan sertifikasi benih yaitu untuk meningkatkan produtivitas bagi para petani. Kata Kunci :Mutu Benih, Prosedur Sertifikasi Benih, Uji Labolatorium.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > D3 - Manajemen Administrasi
    Depositing User: Gun Gun Gunawan
    Date Deposited: 18 Dec 2017 12:58
    Last Modified: 18 Dec 2017 12:58
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37485

    Actions (login required)

    View Item