Pengaruh Ukuran Spesimen terhadap Hubungan Tegangan dan Regangan pada Beton High Volume Fly Asy Self Compacting Concrete (HVFA-SCC)

Insyiroh, Fitria Rindang Nur (2017) Pengaruh Ukuran Spesimen terhadap Hubungan Tegangan dan Regangan pada Beton High Volume Fly Asy Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (1110Kb)

    Abstract

    Fitria Rindang Nur Insyiroh, 2017, Pengaruh Ukuran Spesimen terhadap Hubungan Tegangan dan Regangan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC), Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Fly ash merupakan limbah dari sisa pembakaran batu bara yang berbentuk partikel amorf. Dalam penggunaannya sebagai bahan tambah, fly ash memiliki ukuran butiran yang lebih bulat dan halus dibandingkan semen dan bersifat pozzolan yang berarti fly ash dapat bereaksi dengan kapur pada suhu kamar dengan media air membentuk senyawa yang bersifat mengikat seperti semen. Penggunaan fly ash dengan kadar minimal 50% dari berat binder sebagai pengganti semen disebut dengan High Volume Fly Ash Concrete. Sedangkan teknologi High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA – SCC) merupakan perpaduan antara beton yang menggunakan kadar fly ash tinggi dengan beton memadat sendiri. Standar pengujian sampel silinder di lapangan berukuran 15 cm x 30 cm. Seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi, diizinkan ukuran sampel silinder yang lebih kecil dengan ketentuan pemakaian ukuran maksimum nominal agregat tidak lebih dari ⅓ diameter sampel silinder itu sendiri. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh perbedaan ukuran spesimenbenda uji silinder terhadap hubungan tegangan dan regangan pada HVFA – SCC. Hal – hal yang dikaji meliputi kuat desak beton, grafik hubungan tegangan – regangan, modulus elastisitas beton, nilai indeks toughness, dan daktilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Bahan & Struktur Program Studi Teknik Sipil UNS serta Laboratorium Material Program Studi Teknik Mesin UNS. Penelitian ini membandingkan 3 variasi ukuran spesimen dengan rasio perbandingan diameter dan tinggi yang sama untuk benda uji HVFA – SCC dan beton normal. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan variasi diameter 5 cm, 7,5 cm, 11 cm dengan masing – masing variasi tinggi 10 cm, 15 cm, 22 cm. Rancang campur yang digunakan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete menggunakan teknologi Self-Compacting Concrete (SCC) berdasar EFNARC Specification and Guidelines for Self-Compacting Concrete, 2002. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan ukuran spesimen benda uji silinder dengan rasio perbandingan diameter dan tinggi yang tetap akan menghasilkan karakteristik yang relatif hampir sama pada umur 28 hari. Penggunaan fly ash sebagai pengganti semen meningkatkan nilai indeks toughness dibandingkan dengan beton normal, yaitu 0,075953 pada HVFA-SCC dan 0,069491 pada beton normal. Daktilitas beton HVFA-SCC lebih tinggi sebesar 6,06772 dibandingkan beton normal sebesar 4,26767. Sedangkan kuat tekan rata-rata beton normal lebih tinggi sebesar 33,3957 MPa dibanding HVFA-SCC sebesar 26,5967 MPa. Kata kunci : size effect, tegangan dan regangan, fly ash, HVFA-SCC, indeks thoughness, daktilitas.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
    Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
    Depositing User: Arief Atmojo
    Date Deposited: 18 Dec 2017 09:53
    Last Modified: 18 Dec 2017 09:53
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37423

    Actions (login required)

    View Item