PERSEPSI PETANI TERHADAP VARIETAS UNGGUL BARU INPARI 30 DAN 33 DI DESA TANJUNGSARI KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI

NINGTYAS, DENISSA AYU (2017) PERSEPSI PETANI TERHADAP VARIETAS UNGGUL BARU INPARI 30 DAN 33 DI DESA TANJUNGSARI KECAMATAN BANYUDONO KABUPATEN BOYOLALI. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (544Kb)

    Abstract

    Denissa Ayu Ningtyas, H0413006. “Persepsi Petani Terhadap Varietas Unggul Baru Inpari 30 dan 33 di Desa Tanjungsari Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali”. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.Si dan Arip Wijianto SP, M.Si. Beras merupakan bahan pangan pokok bagi penduduk Indonesia. Sektor pertanian utamanya komoditas padi masih menjadi komoditas yang sangat strategis, sebagai bahan penghasil beras dan dimanfaatkan sebagai pangan sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi adalah mengembangkan varietas unggul baru berdaya hasil tinggi dan adaptif pada lingkungan tertentu. Varietas unggul merupakan salah satu komponen paket teknologi budidaya padi yang secara nyata dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Varietas unggul baru Inpari 30 dan 33 merupakan salah satu inovasi yang diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas padi. Adopsi varietas unggul baru Inpari 30 dan 33 oleh petani di Desa Tanjungsari Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali akan menimbulkan persepsi positif atau negatif yang merupakan suatu proses hingga akhirnya petani memutuskan untuk melanjutkan penggunaan varietas ini atau tidak, sehingga perlu mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap varietas unggul baru Inpari 30 dan 33, menganalisis faktor-faktor pembentuk persepsi petani, menganalisis hubungan antara faktor-faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petani terhadap varietas unggul baru Inpari 30 dan 33, serta menganalisis perbedaan antara persepsi petani pengguna VUB Inpari 30 dan 33 dengan petani tidak menggunakan VUB Inpari 30 dan 33 di Desa Tanjungsari Kecamatan Banyudono Kaupaten Boyolali. Metode dasar penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive). Pengambilan sampel dilakukan dengan Quota Random Sampling dari petani pengguna VUB Inpari 30 dan 33 sebanyak 30 responden dan dari petani tidak menggunakan VUB Inpari 30 dan 33 sebanyak 30 responden, sehingga total sampel ada 60 responden. Analisis data yang digunakan adalah rank Spearman dan U Mann Whitney dengan aplikasi program SPSS 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yaitu umur petani termasuk dalam usia masih produktif, tingkat pendidikan formal mayoritas adalah tamat SMA, pendidikan non formal dalam kategori baik, lama berusahatani masuk dalam kategori 25 – 29 tahun, luas lahan petani pada umumnya adalah sempit dan status kepemilikan lahan sebagian besar responden sebagai penyewa. Persepsi petani terhadap varietas unggul baru Inpari 30 dan 33 yaitu 80% petani responden berpersepsi sedang. Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara pendidikan non formal dengan persepsi petani terhadap varietas unggul baru Inpari 30 dan 33, pada taraf kepercayaan sebesar 99%. Sedangkan untuk faktor umur, pendidikan formal, lama berusahatani, luas lahan dan status kepemilikan lahan tidak memiliki hubungan yang signifikan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi petani pengguna VUB Inpari 30 dan 33 dengan persepsi petani yang tidak menggunakan VUB Inpari 30 dan 33.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Intan M Kusumastuti
    Date Deposited: 17 Dec 2017 10:06
    Last Modified: 17 Dec 2017 10:06
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37412

    Actions (login required)

    View Item