ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEKERJA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 (STUDI KASUS DATA SAKERNAS 2015)

S, RISA MEI (2017) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEKERJA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015 (STUDI KASUS DATA SAKERNAS 2015). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (568Kb)

    Abstract

    Sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian karena mampu berkontribusi melalui tiga hal, yaitu : pertama sebagai aktivitas ekonomi dimana sektor pertanian mampu menyediakan kesempatan berinvestasi dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi. Kedua sebagai mata pencaharian, dimana sektor pertanian mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan. Ketiga sebagai cara melestarikan lingkungan karena sektor pertanian mampu menyerap gas karbon, mengatur batas air dan menjaga keanekargaman hayati. Selain ketiga peran tersebut sektor pertanian juga memegang peranan penting lain sebagai penyedia bahan pangan bagi masyarakat. Banyaknya peran sektor pertanian tersebut menjadikan sektor pertanian penting untuk dilestarikan, akan tetapi dari tahun ke tahun keberadaan sektor pertanian ini justru semakin menurun. Hal ini tentu berdampak pada luas lahan pertanian, produksi pertanian dan juga pendapatan petani. Semakin berkurangnya lahan pertanian tentu membuat pendapatan yang dimiliki petani mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadappendapatan pekerja sektor pertanian di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data mentah dari Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2015 dari Badan Pusat Statistik. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda untuk menganalisi pendapatan petani, pendidikan, jenis kelamin, usia, status perkawinan, lokasi, jam kerja, pengalaman dan status pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, jam kerja dan pengalaman berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani. Pendidikan, jam kerja dan pengalaman yang lebih tinggi akan meningkatkan pendapatan yang dimiliki petani. Petani laki-laki memiliki pendapatan yang lebih tinggi daripada petani perempauan, hal ini dikarenakan laki-laki memiliki kemampuan fisik yang lebih tinggi daripada perempuan. petani yang sudah kawin memiliki pendapatan yang lebih tinggi daripada petani yang belum kawin, hal ini dikarenakan petani yang sudah kawin memiliki motivasi kerja yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Petani pedesaan memiliki pendapatan yang lebih tinggi daripada petani petani perkotaan, hal ini dikarenakan lahan pertanian di pedesaan lebih luas daripada di perkotaan. Usia berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan petani, hal ini berarti semakin tinggi usia pendapatan yang diterima justru semakin berkurang. Sektor pertanian membutuhkan kemampuan fisik yang tinggi, ketika usia petani meningkat kemampuan fisik mereka akan menurun, sehingga pendapatan yang diterima juga menurun. Kata kunci : pendapatan, pekerja, sektor petanian, regresi linear berganda

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
    S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
    Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Pembangunan
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 14 Dec 2017 09:10
    Last Modified: 14 Dec 2017 09:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37340

    Actions (login required)

    View Item