Viabilitas spermatozoa sapi bali (bos javanicus) selama dan sesudah proses pembekuan pada interval penampungan yang berbeda

NC, PUTRI APRILIYANI (2017) Viabilitas spermatozoa sapi bali (bos javanicus) selama dan sesudah proses pembekuan pada interval penampungan yang berbeda. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (431Kb)

    Abstract

    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi viabilitas spermatozoa Sapi Bali selama dan sesudah proses pembekuan pada interval penampungan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga November 2016 di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari. Materi yang digunakan berupa semen segar, semen cair dan semen beku yang berasal dari lima ekor Sapi Bali berumur 47,80±3,49 bulan dengan rata-rata bobot badan 639,80±47,30 kg, Body Condition Score 4,25±0,00 (skor 1 – 5) dan lingkar skrotum 27,35±1,42 cm. Peubah yang diamati meliputi L/D, MPU, motilitas individu, abnormalitas primer dan abnormalitas sekunder. Data dianalisis dengan t-test (two-tail). Hasil rata-rata kualitas semen segar Sapi Bali pada interval penampungan tiga dan empat hari secara berturut-turut, yaitu L/D 68,77±7,88% dan 73,84±5,91%, MPU 56,28±15,57% dan 62,81±9,03%, motilitas individu 68,20±5,93% dan 67,00±7,36%, abnormalitas primer 1,01±0,71% dan 1,15±0,61%, abnormalitas sekunder 3,52±1,08% dan 3,76±1,51%. Hasil rata-rata kualitas semen cair Sapi Bali pada interval penampungan tiga dan empat hari, yaitu L/D 58,20±2,69% dan 57,64±3,91%, MPU 52,49±10,11% dan 51,44±7,72%, motilitas individu 56,05±4,08% dan 56,64±2,36%, abnormalitas primer 1,13±0,66% dan 1,20±0,80%, abnormalitas sekunder 4,33±1,34% dan 4,97±1,37%. Hasil rata-rata kualitas semen beku Sapi Bali pada interval penampungan tiga dan empat hari, yaitu L/D 37,90±12,85% dan 42,25±6,08%, MPU 41,52±10,72% dan 43,27±9,42%, motilitas individu 44,15±3,48% dan 44,10±3,14%, abnormalitas primer 1,18±0,92% dan 1,36±0,87%, abnormalitas sekunder 5,11±1,50% dan 5,65±1,53%. Analisa statistik menunjukkan bahwa perbedaan interval penampungan secara signifikan (p<0,05) hanya berpengaruh terhadap L/D spermatozoa pada semen segar Sapi Bali. Simpulan penelitian ini adalah interval penampungan empat hari mampu menghasilkan kualitas semen Sapi Bali yang lebih baik dibanding interval penampungan tiga hari. Kata kunci: Viabilitas, Spermatozoa, Sapi Bali, Proses pembekuan, Interval penampungan

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 14 Dec 2017 08:23
    Last Modified: 14 Dec 2017 08:23
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37322

    Actions (login required)

    View Item