Kinerja Reproduksi Induk Sapi Peranakan Ongole (PO) pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo

SUPRIASIH, UPIK (2017) Kinerja Reproduksi Induk Sapi Peranakan Ongole (PO) pada Peternakan Rakyat di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (90Kb)

    Abstract

    KINERJA REPRODUKSI INDUK SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) PADA PETERNAKAN RAKYAT DI KECAMATAN PITURUH KABUPATEN PURWOREJO UPIK SUPRIASIH H0513144 RINGKASAN Masyarakat Indonesia semakin sadar akan kebutuhan protein hewani khususnya daging sapi. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2014, konsumsi daging sapi Indonesia sebesar 2,08 kg/kapita/tahun, angka ini tergolong kecil dibandingkan dengan negara maju. Hal ini menyebabkan Indonesia belum bisa menjalankan program swasembada daging sapi untuk mencukupi permintaan daging dalam negeri (Suryani, 2015). Kebutuhan daging sapi yang masih kurang tersebut dapat tercukupi dengan melakukan peningkatan jumlah populasi dengan cara memperbaiki kemampuan reproduksi sapi. Kecamatan Pituruh merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Purworejo yang memiliki potensi untuk pengembangan sapi potong. Sapi potong jenis PO yang banyak dipelihara oleh peternak di Kecamatan Pituruh digunakan untuk pembibitan. Selain itu, jumlah pakan yang tersedia juga sangat melimpah. Tampilan reproduksi ternak yang baik merupakan cerminan kinerja reproduksi sapi yang baik. Kinerja reproduksi dapat meningkatkan produksi dan jumlah populasi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja reproduksi induk sapi PO di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei pada 93 peternak yang memiliki induk sapi PO di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober sampai dengan 3 Desember 2016. Desa yang dipilih dalam penelitian merupakan desa yang memiliki populasi induk sapi PO terbanyak di Kecamatan Pituruh, yaitu : Desa Kalijering, Desa Kalimati dan Desa Wonosido. Variabel penelitian ini diantaranya yaitu deteksi estrus, lama estrus, metode perkawinan, umur kawin pertama, umur beranak pertama dan calving interval (CI). Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deteksi estrus peternak terhadap induk sapi PO kurang spesifik, lama estrus 16,92±10,07 jam, metode perkawinan alami sebesar 55,91% dan IB 44,09%, umur kawin pertama induk sapi PO 24,13±6 bulan, umur beranak pertama induk sapi PO 34,47±6,23 bulan dan CI : 15,15±1,39 bulan. Simpulan dari penelitian kinerja reproduksi induk sapi PO di Kecamatan Pituruh secara umum sudah cukup baik dalam hal lama estrus, metode perkawinan, umur kawin pertama dan umur beranak pertama, namun nilai CI panjang disebabkan peternak kurang spesifik dalam mendeteksi estrus.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
    Divisions: Fakultas Pertanian > Peternakan
    Depositing User: Cantya Dyana Larasati
    Date Deposited: 13 Dec 2017 13:20
    Last Modified: 13 Dec 2017 13:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37310

    Actions (login required)

    View Item