PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KADAR IL - 1β DAN ICAM - 1 PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS STADIUM V

SUSANTO, AGUNG (2010) PENGARUH HEMODIALISIS TERHADAP KADAR IL - 1β DAN ICAM - 1 PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS STADIUM V. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (264Kb)

    Abstract

    Di Indonesia Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan penyakit yang banyak dijumpai dan mencapai 29,1 % dari populasi dengan berbagai faktor risiko (hipertensi, diabetes, proteinuria). Prevalensi pasien PGK diperkirakan akan semakin meningkat. Sampai saat ini terapi PGK didominasi oleh dialisis, hal ini disebabkan masih sedikitnya donor ginjal. Hemodialisis bermanfaat pada peningkatan kualitas hidup penderita PGK dan memperpanjang usia penderita. Problem selanjutnya adalah komplikasi dari hemodialisis yaitu tingginya angka kematian pada pasien yang menjalani hemodialisis. Pasien PGK yang menjalani hemodialisis, mempunyai risiko 10-30 kali lebih besar mengalami kematian akibat PJV. Morbiditas dan mortalitas akibat PJV pada pasien yang menjalani hemodialisis dipengaruhi oleh inflamasi kronis. Sebelum dilakukan hemodialisis, inflamasi kronis sudah sering terjadi pada pasien PGK. Pada penderita PGK dengan uremia terjadi peningkatan kadar sitokin pro-inflamasi seperti IL-1β dan TNF-α. IL-1β akan merangsang endotel mengekspresikan ICAM-1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hemodialisis terhadap kadar IL-1β dan ICAM-1 pada pasien PGK stadium V yang menjalani hemodialisis. Sampel darah diambil dari pasien PGK stadium V yang memenuhi kriteria inklusi yang diambil secara acak sebelum hemodialisis dan setelah hemodialisis selama 4 jam. Kemudian setiap sampel ditentukan kadar IL-1β dan ICAM -1 yang kemudian diambil rata - ratanya. Didapatkan 15 sampel dengan rata-rata kadar IL-1β sebelum hemodialisis adalah 0,1 pg/ml dan sesudah hemodialisis selama 4 jam rata-rata kadar IL-1β meningkat menjadi 0,2 pg/ml. Nilai p = 0,002, menunjukkan suatu peningkatan yang bermakna kadar IL-1β antara sebelum dan sesudah dilakukan hemodialisis. Rata-rata kadar ICAM-1 sebelum hemodialisis adalah 373,3 ng/ml dan sesudah hemodialisis selama 4 jam rata-rata kadar ICAM -1 meningkat menjadi 433,9 ng/ml. Nilai p = 0,002, menunjukkan suatu peningkatan yang bermakna kadar ICAM-1 antara sebelum dan sesudah dilakukan hemodialisis. Dari uji korelasi yang dilakukan, secara statistik didapatkan korelasi positip diantara dua variabel tersebut sesudah hemodilisis 4 jam dengan nilai p = 0,025. Peningkatan kadar IL-1β dan ICAM-1 pada penelitian ini disebabkan antara lain oleh karena terjadi reaksi bioinkompatibilitas antara darah dengan membran dialisis dan berat molekul ICAM-1 yang besar sehingga tidak bisa diekskresikan saat hemodialisis.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
    Divisions: Pasca Sarjana > Magister
    Depositing User: Budhi Kusumawardana Julio
    Date Deposited: 14 Jul 2013 17:24
    Last Modified: 14 Jul 2013 17:24
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3724

    Actions (login required)

    View Item