Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Stress Psikososial, Status Gizi dan Anemia Gravidarum pada Ibu Hamil terhadap Kejadian BBLR di Kab. Nganjuk

NURAHMAWATI, DHEWI (2017) Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Stress Psikososial, Status Gizi dan Anemia Gravidarum pada Ibu Hamil terhadap Kejadian BBLR di Kab. Nganjuk. PhD thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (946Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Dhewi Nurahmawati, S021508008, 2017. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Stres Psikososial, Status Gizi Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Gravidarum Terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Kabupaten Nganjuk. Tesis. Pembimbing I: Prof. Harsono Salimo, dr., Sp.PA(K), Pembimbing II: Dr.Yulia Lanti Retno Dewi, dr. M.Si. Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar Belakang: Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab terbesar angka kematian bayi (AKB). BBLR masalah kesehatan global dan sudah menjadi komitmen global maupun nasional dalam mengatasi masalah ini. Sebesar 27% AKB disebabkan oleh bayi dengan berat badan lahir rendah (State Of The World’s Mother, 2007). Hasil SDKI tahun 2007 diperoleh AKB sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup dimana penyebab kematian bayi adalah bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu sebesar 30,3% (Depkes, 2010). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, stress psikososial, status gizi pada ibu hamil dengan anemia gravidarum terhadap kejadian BBLR di kabupaten Nganjuk. Subjek dan Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional de-ngan pendekatan case control. Lo¬ka¬si penelitian di wilayah kabupaten Nganjuk.Waktu penelitian pada bulan Mei-Juni 2017.Besar sampel sebesar 120 subjek terdiri dari 40 subjek kelompok kasus dan 80 subjek kelompok kontrol, dipilih dengan teknik fixed disease s ampling.Variabel dependen adalah BBLR. Variabel independen meliputi tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, stress psikososial. Variabel intermediate meliputi status gizi dan anemia gravidarum. Data diukur menggunakan kuesioner dan rekam medik dari buku KIA. Teknik analisis data menggunakanan alisis jalur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan lahir rendah dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, stress psikososial, status gizi dan anemia gravidarum. Berat badan lahir rendah status gizi baik LILA = ≥23.5 cm (b= -38.55, SE = 20.84, p= 0.064), kadar hemoglobin KadarHb ≥11 g/dL (b= -120.16, SE = 45.14, p = 0.008), dan tingkat stress psikososial rendah (b =-0.80, SE = 0.57, p = 0.164). Status gizi dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu tinggi ≥ SMA (b = 1.28, SE = 0.056, p = 0.022), tingkat stress psikososial tinggi (b =-0.04, SE = <0.00, p = 0.097), pendapatan keluarga tinggi (b = 0.97, SE = 0.46, p = 0.0036), dan dan kadar hemoglobin dipengaruhi status gizi yang baik = ≥23.5 cm (b = 0.19, SE = 20.84, p = <0.001) Kesimpulan: Kejadian BBLR dipengaruhi secara tidak langsung oleh tingkat pendidikan, pendapatan keluarga dan stress psikososial melalui status gizi dan anemia gravidarum. Kata Kunci: Tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, stress psikososial, status gizi, anemia gravidarum, BBLR

    Item Type: Thesis (PhD)
    Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran
    Fakultas Kedokteran > Spesialis Pulmonologi dan Ked. Respirasi
    Depositing User: Retno Andriani
    Date Deposited: 12 Dec 2017 06:29
    Last Modified: 12 Dec 2017 06:29
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37157

    Actions (login required)

    View Item