PENGARUH PEMBANGUNAN GEDUNG BARU TERHADAP PENURUNAN GEDUNG EKSISTING (STUDI KASUS: GEDUNG ASTA GATRA SAYAP TIMUR DI KOMPLEKS KANTOR LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI)

Noviyanto, Arif (2017) PENGARUH PEMBANGUNAN GEDUNG BARU TERHADAP PENURUNAN GEDUNG EKSISTING (STUDI KASUS: GEDUNG ASTA GATRA SAYAP TIMUR DI KOMPLEKS KANTOR LEMBAGA KETAHANAN NASIONAL RI). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (2073Kb)

    Abstract

    Pembangunan konstruksi sering kali dibangun di atas tanah lunak (soft soil) maupun sangat lunak (very soft soil). Tanah tersebut memiliki sifat mudah termampatkan (compressible), tahanan geser rendah, permeabilitas rendah, dan daya dukung rendah. Hal ini akan menyebabkan penurunan jangka panjang jika tidak diperhitungkan dengan baik. Penelitian ini adalah studi kasus penurunan tanah pada gedung AGST di Jakarta. Bangunan merupakan gedung 5 lantai yang direncanakan untuk 8 lantai. Penurunan tanah terjadi sebelum dilakukan penambahan bangunan menjadi 8 lantai. Penambahan lantai bangunan dilakukan seiring dengan penambahan perkuatan fondasi tiang pancang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penurunan yang terjadi pada fondasi gedung tersebut. Analisa numerik menggunakan bantuan perangkat lunak Midas GTS NX dengan model Mohr-Coulomb untuk mendapatkan penurunan segera (immediate settlement). Sedangkan penurunan konsolidasi (primary consolidation) dihitung berdasarkan persamaan konsolidasi 1 dimensi Terzaghi. Besar penurunan dan waktu konsolidasi dihitung pada lapisan tanah di bawah pilecap 1 (P1) dan pilecap 3 (P3). Analisa besar dan waktu penurunan memperhitungkan penurunan saat beban gedung 5 lantai, pengaruh penambahan lantai bangunan, dan pengaruh penambahan perkuatan fondasi tiang pancang dengan beban 8 lantai. Hasil studi menunjukkan bahwa besar penurunan rata-rata yang terjadi pada tahun 2010 dan tahun 2015 adalah sebesar 1,57 cm dan 1,74 cm. Hal ini tidak jauh berbeda dengan pengukuran penurunan di lapangan yaitu sebesar 1 cm pada tahun 2010 dan 1,2 cm pada tahun 2015. Penurunan tanah diakibatkan oleh konsolidasi tanah lunak di bawah pondasi. Waktu yang diperlukan untuk mencapai konsolidasi 90 % adalah selama 1,2 tahun dan 25,8 tahun untuk pilecap 1 dan 0,3 tahun dan 25,9 tahun untuk pilecap 3. Penambahan fondasi tiang pancang dengan kedalaman 27 m mempengaruhi terhadap berkurangnya penurunan tanah yang terjadi. Hasil analisa daya dukung kelompok tiang menunjukkan SF sebesar 2,48 sehingga bangunan aman terhadap penurunan. Kata kunci: fondasi tiang, penurunan gedung, tanah lunak, Midas GTS NX

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: T Technology > T Technology (General)
    T Technology > TH Building construction
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Pascasarjana > Magister > Teknik Sipil - S2
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 11 Dec 2017 22:03
    Last Modified: 11 Dec 2017 22:03
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/37126

    Actions (login required)

    View Item