TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN OP TEGENSPRAAK BERUPA PENUNTUTAN TIDAK DAPAT DITERIMA KARENA TERDAKWA TIDAK DAPAT DIHADIRKAN KEMBALI DI PERSIDANGAN OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM (Putusan No.32/Pid.B/2000/PN.Srg)

Laprimoni , Yuristi (2010) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN OP TEGENSPRAAK BERUPA PENUNTUTAN TIDAK DAPAT DITERIMA KARENA TERDAKWA TIDAK DAPAT DIHADIRKAN KEMBALI DI PERSIDANGAN OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM (Putusan No.32/Pid.B/2000/PN.Srg). Other thesis, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[img] PDF - Published Version
Download (284Kb)

    Abstract

    Yuristi Laprimoni, 2010. “TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN OP TEGENSPRAAK BERUPA PENUNTUTAN TIDAK DAPAT DITERIMA KARENA TERDAKWA TIDAK DAPAT DIHADIRKAN KEMBALI DI PERSIDANGAN OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM (Putusan No.32/Pid.B/2000/PN.Srg)”. Penulisan Hukum (Skripsi), Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketidakmampuan penuntut umum dalam menghadirkan terdakwa di persidangan dapat menjadikan alasan atau tidak bagi hakim untuk menyidangkan perkara tanpa hadirnya terdakwa namun demikian terdakwa dianggap hadir di persidangan (op tegenspraak) dan untuk mengetahui implikasi yuridis dengan dikeluarkannya putusan No.32/Pid.B/2000/Pn.Srg. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dan terapan. Pendekatan penelitian yang Penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Jenis dan sumber bahan hukum dalam penelitian ini yaitu berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis yang Penulisgunakan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis deduksi (deduktif). Berdasarkan penelitian yang telah Penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa, Pertama, ketidakmampuan Jaksa Penuntut Umum dalam menghadirkan terdakwa yang pernah hadir di persidangan, dapat menjadikan alasan bagi hakim untuk menyidangkan perkara tanpa hadirnya terdakwa namun demikian terdakwa dianggap hadir di persidangan (op tegenspraak). Kedua, implikasi yuridis terhadap perkara yang diputus op tegenspraak berupa penuntutan tidak dapat diterima, tidak dapat diajukan upaya hukum apa pun, namun Jaksa Penuntut Umum dapat mengajukan lagi perkara tersebut dengan nomor register perkara baru apabila terdakwasudah ditemukan dan dapat dihadirkan di persidangan oleh Jaksa Penuntut Umum. Kata kunci : ketidakhadiran, terdakwa, op tegenspraak, penuntutan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > KZ Law of Nations
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Users 849 not found.
    Date Deposited: 14 Jul 2013 17:10
    Last Modified: 14 Jul 2013 17:10
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3706

    Actions (login required)

    View Item