KAJIAN KONSENTRASI BAP DAN NAA TERHADAP MULTIPLIKASI TANAMAN Artemisia annua L. SECARA IN VITRO

Fitriani , Hikmah (2008) KAJIAN KONSENTRASI BAP DAN NAA TERHADAP MULTIPLIKASI TANAMAN Artemisia annua L. SECARA IN VITRO. Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF
Download (1502Kb)

    Abstract

    Artemisia annua L. mengandung bahan aktif utama artemisinin, dapat digunakan sebagai obat anti malaria pengganti quinine yang berasal dari tanaman kina dan obat sintesis klorokuin. Pengadaan bibit dengan teknik kultur jaringan menggunakan modifikasi zat pengatur tumbuh diharapkan dapat menghasilkan bibit tanaman A. annua yang seragam, dalam jumlah banyak, waktu yang singkat serta unggul secara genetik sehingga permasalahan pada budidaya secara generatif dapat diatasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi BAP dan NAA yang dapat meningkatkan multiplikasi tanaman A. annua secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Desember 2007 sampai dengan Mei 2008. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari empat taraf yaitu 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm dan 3 ppm. Faktor kedua adalah konsentrasi NAA yang terdiri dari empat taraf yaitu 0 ppm; 0,25 ppm; 0,5 ppm; dan 1 ppm NAA sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan yang masing- masing diulang 3 kali. Data yang diperoleh pada variabel saat muncul tunas dan jumlah tunas dianalisis ragam berdasarkan uji F 5%, data pada variabel berat segar total dianalisis ragam berdasarkan uji F 10%, apabila terdapat pengaruh yang nyata pada perlakuan dilanjutkan DMRT 5% dan uji regresi. Data pada variabel warna tunas, saat muncul kalus, tekstur kalus, saat muncul akar, jumlah akar, serta jumlah daun dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan penambahan 1 ppm BAP paling optimal untuk multiplikasi tanaman Artemisia annua L. secara in vitro. Media tanpa zat pengatur tumbuh paling cepat memunculkan tunas (7,67 HST). Rata-rata warna tunas pada semua kombinasi perlakuan adalah hijau muda. Kombinasi perlakuan 1 ppm BAP dan 0,25 ppm NAA menghasilkan jumlah daun terbanyak (13 daun) dan berat segar total terbesar (0,79 g). Kombinasi perlakuan 1 ppm BAP dan 1 ppm NAA paling cepat memunculkan kalus (9 HST). Semua kalus yang dihasilkan bertekstur remah. Perlakuan 1 ppm NAA tanpa BAP menghasilkan saat muncul akar tercepat (15 HST) dan jumlah akar terbanyak (32 akar).

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
    Divisions: Fakultas Pertanian
    Depositing User: Afif Wandala
    Date Deposited: 22 Jul 2013 17:20
    Last Modified: 22 Jul 2013 17:20
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3696

    Actions (login required)

    View Item