IMPLEMENTASI METODE PIKTOGRAFI, IDEOGRAFI, DAN PENYUSUNAN KARAKTER GABUNGAN RADIKAL-FONETIK UNTUK MEMPERMUDAH MEMAHAMI MAKNA AKSARA MANDARIN DI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR

Kahana, Oko (2010) IMPLEMENTASI METODE PIKTOGRAFI, IDEOGRAFI, DAN PENYUSUNAN KARAKTER GABUNGAN RADIKAL-FONETIK UNTUK MEMPERMUDAH MEMAHAMI MAKNA AKSARA MANDARIN DI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (4028Kb)

    Abstract

    Oko Kahana. 2010. IMPLEMENTASI METODE PIKTOGRAFI, IDEOGRAFI, DAN PENYUSUNAN KARAKTER GABUNGAN RADIKAL-FONETIK UNTUK MEMPERMUDAH MEMAHAMI MAKNA AKSARA MANDARIN DI SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Program Diploma III Bahasa China, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret. Permasalahan umum yang dihadapi siswa dalam mempelajari bahasa Mandarin adalah perbendaharaan aksaranya yang demikian banyak. Ada kira-kira enam ribu huruf Mandarin yang harus dihafal oleh seseorang yang ingin menguasai Bahasa Mandarin. Hal ini menyebabkan banyak pemula mengambil jalan pintas dengan menggunakan Hanyu Pinyin (sitem romanisasi bahasa Mandarin) untuk mempelajari percakapan Bahasa Mandarin. Padahal Hanyu Pinyin lebih tepat digunakan sebagai pendamping huruf Mandarin, yaitu untuk membantu melafalkan huruf Mandarin dan kurang cocok dipelajari secara terpisah. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode yang lebih efektif untuk mempermudah pembelajar menghafal aksara Mandarin, yaitu suatu metode yang dapat meningkatkan kemampuan pemahaman pembelajar tentang makna di balik aksara Mandarin. Dengan mempelajari bentuk terawal dari aksara Mandarin beserta tahap-tahap evolusinya diharapkan menjadikan pembelajar lebih mudah memahami aksara Mandarin. Bentuk terawal dari aksara Mandarin bersifat piktografik, yaitu gambar objek yang distilisasi. Simbol-simbol grafis ditambahkan pada piktograf untuk mewakili pemikiran abstrak yang sederhana. Kemudian, untuk menjabarkan gagasan yang rumit, dibuatlah ideograf dari aksaraaksara sederhana yang sudah lebih dulu ada. Ideograf dibuat untuk menyampaikan gagasan dengan cara menjajarkan unsur-unsur yang bisa saling dipertukarkan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan akan ribuan aksara baru, Bahasa Mandarin mengambil cara penulisan fonetik atau harmonik, dengan cara mengandalkan radikal sebagai penunjuk makna dan fonetik sebagai penunjuk bunyi. Penerapan metode piktografi, ideografi, dan penyusunan karakter gabungan radikal-fonetik di kelas X (sepuluh) SMA Negeri 1 Karanganyar telah menunjukkan hasil yang positif, dimana seluruh pembelajar mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan dalam pelajaran Bahasa Mandarin. Hal ini terlihat dari hasil nilai tes sebelum dan sesudah pembelajaran ketiga metode tersebut. Selain itu seluruh pembelajar juga mengaku telah merasakan manfaat dari penerapan metode-metode ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi metode piktografi, ideografi, dan penyusunan karakter gabungan radikal-fonetik sangat efektif dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi pembelajar dalam belajar bahasa Mandarin.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: P Language and Literature > PI Oriental languages and literatures
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa > D3 - Bahasa Cina
    Depositing User: Isro'iyatul Mubarokah
    Date Deposited: 14 Jul 2013 17:02
    Last Modified: 14 Jul 2013 17:02
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/3695

    Actions (login required)

    View Item