ARGUMENTASI PENINJAUAN KEMBALI TERPIDANA DAN PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG MEMUTUS PENUNTUTAN TIDAK DAPAT DITERIMA KARENA NEBIS IN IDEM DALAM PERKARA PEMBUNUHAN (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 57 PK/PID/2015)

Antakusuma, Krisna Vidya (2017) ARGUMENTASI PENINJAUAN KEMBALI TERPIDANA DAN PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG MEMUTUS PENUNTUTAN TIDAK DAPAT DITERIMA KARENA NEBIS IN IDEM DALAM PERKARA PEMBUNUHAN (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 57 PK/PID/2015). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (792Kb)

    Abstract

    Krisna Vidya Antakusuma. E0013247. ARGUMENTASI PENINJAUAN KEMBLI TERPIDANA DAN PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG MEMUTUS PENUNTUTAN TIDAK DAPAT DITERIMA KARENA NEBIS IN IDEM DALAM PERKARA PEMBUNUHAN (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 57 PK/PID/2015) Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Penulisan Hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan memecahkan isu hukum mengenai kesesuaian pengajuan Peninjauan Kembali Terpidana berdasarkan adanya kekhilafan hakim atau kekeliruan Judex Facti dalam memutus perkara pembunuhan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dan terapan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kasus. Kasus yang dikaji pada penelitian ini adalah kasus pembunuhan yang dilakukan oleh para Terpidana Sri Suprihatin dan Sri Handoko yang terjadi tahun 2013, berdasarkan studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 57 PK/PID/2015. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan bahwa Terpidana mengajukan Peninjauan Kembali atas alasan adanya kekhilafan Hakim atau kekeliruan yang nyata atau kekeliruan putusan Judex Facti Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya pelanggaran Asas Nebis In Idem Terpidana telah dituntut dan diadili dalam perkara yang sama kedua kalinya yaitu berdasar Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 718/Pid.B/2013/PN.Smg dan Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 719/Pid.B/2013/PN.Smg yang memenuhi rumusan dalam Pasal 263 ayat (2) huruf c KUHAP. Putusan itu dengan jelas memperlihatkan suatu kekhilafan Hakim atau suatu kekeliruan putusan Judex Facti yang nyata dalam perkara pembunuhan, sehingga putusan Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Peninjaunan Kembali Terpidana, membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 719/Pid.B/2013/PN.Smg, tanggal 5 Februari 2014, dan mengadili menyatakan penuntutan Penuntut Umum kepada Terpidana Sri Handoko tidak dapat diterima karena Nebis in Idem, telah sesuai dengan rumusan Pasal 266 ayat (2) huruf b angka 3 KUHAP Kata kunci : Peninjauan Kembali, Nebis In Idem, Pembunuhan,

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Arief Atmojo
    Date Deposited: 10 Dec 2017 11:56
    Last Modified: 10 Dec 2017 11:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36914

    Actions (login required)

    View Item