RELATIONSHIP DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN (Studi Kasus Pemeliharaan Hubungan Fasilitator dengan Penerima Manfaat pada Program Pemberdayaan Masyarakat “Indonesia Gemilang” di Desa Baran Mundu, Eromoko Wonogiri)

Primasari, Ina (2017) RELATIONSHIP DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN (Studi Kasus Pemeliharaan Hubungan Fasilitator dengan Penerima Manfaat pada Program Pemberdayaan Masyarakat “Indonesia Gemilang” di Desa Baran Mundu, Eromoko Wonogiri). Masters thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (282Kb)

    Abstract

    INA PRIMASARI. NIM: S231508014. 2017. RELATIONSHIP DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN (Studi Kasus Pemeliharaan Hubungan Fasilitator dengan Penerima Manfaat pada Program Pemberdayaan Masyarakat “Indonesia Gemilang” di Desa Baran Mundu, Eromoko Wonogiri). Pembimbing I: Prof. Drs. Pawito, Ph.D, II: Drs. Sudarmo, MA, Ph.D. Program Studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Poltik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Manusia memerlukan komunikasi untuk berinteraksi dan membangun suatu relasi atau hubungan dimana mereka saling bertukar pikiran, menyampaikan pesan, pengetahuan hingga saling menyampaikan pegalaman dalam berkehidupan sosial dengan tujuan untuk mendapatkan pelajaran dan masukan tentang bagaimana manusia harus menjalankan kehidupan sosialnya baik untuk mendapatkan kehidupan yang tentram, pekerjaan yang baik, maupun kehidupan yang sejahtera. Hal tersebut menjadi suatu dasar pemikiran mengenai konsep pemberdayaan masyarakat. dimana dalam proses tersebut menempatkan masyarakat sebagai pihak utama atau pusat pengembangan (people or community centered development). Maka dalam hal pemberdayaan, dibutuhkan suatu komunikasi yang baik antar semua pihak yang terlibat, terutama fasilitator dan penerima manfaat. Sehingga dari komunikasi yang baik menjadikan pemeliharaan hubungan lebih baik dan hubungan yang terjalin akan lebih harmonis Sesuai dengan apa hal tersebut, maka dalam program pemberdayaan Indonesia Gemilang yang diselenggarakan oleh Al-Azhar Peduli Ummat ini juga mengedepankan pengelolaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang ada dan mempunyai potensi menjanjikan untuk dikelola demi kesejahteraan masyarakat di desa yang diberdayakan. Salah satu desa binaan dari program pemberdayaan Indonesia Gemilang adalah desa Baran Mundu Kecamatan Eromoko Wonogiri dan termasuk desa terpencil dengan masyarakat yang pada saat itu kurang berdaya dalam sektor perekonomian. Uniknya dari desa tersebut yang mengharuskan Ustadz sebagai fasilitator harus mampu bersikap netral terhadap seluruh masyarakat penerima manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemeliharaan hubungan dalam program pemberdayaan antara fasilitator dengan masyarakat penerima manfaat, pemeliharaan hubungan Ustadz sebagai fasilitator dengan masyarakat penerima manfaat, dan peran fasilitator serta masyarakat penerima manfaat saling sebagai komunikator dan komunikan dalam program pemberdayaan Indonesia Gemilang di desa Baran Mundu, Kelurahan Puloharjo, Kecamatan Eromoko Wonogiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus dan tipe penelitian deskriptif. Penelitian kualitatif ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang mendalam tentang pemeliharaan hubungan dalam komunikasi interpersonal oleh fasilitator dengan penerima manfaat dalam program pemberdayaan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam kepada Ustadz sebagai fasilitator program pemberdayaan masyarakat Indonesia Gemilang dan masyarakat desa Baran Mundu sebagai penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ustdaz sebagai fasilitator dapat memahami perbedaan agama dan keadaan sosial dari setiap masyarakat penerima manfaat, sehingga proses komunikasi antara fasilitator dan penerima manfaatnya telah menjadi proses belajar bersama secara partisipatif. Komunikasi konvergensi terjadi dalam proses pemeliharaan hubungan dengan adanya penetrasi sosial yang menjadikan keterbukaan diri antar individu dapat menjaga kedekatan personal, menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, memelihara keselarasan antar umat beragama, membangun pola pikir yang benar sesuai dengan pemahaman masyarakat. Peran fasilitator dan masyarakat sebagai komunikator dalam memproduksi pesan mengarah pada conventional design logic dalam melihat pengungkapan keterbukaan diri untuk menarik reaksi dari lawan bicara dan mengolah pesan dengan memperhatikan norma yang ada. Sebagai komunikan dilihat pada penerimaan pesan cenderung berdasarkan pada rasa saling membutuhkan antara fasilitator dan masyarakat penerima manfaat dengan didasari oleh physical stimulus, internal response, internal stimulus, dan outward response. Kata Kunci: Komunikasi pemberdayaan, komunikasi interpersonal, pemeliharaan hubungan, komunikator, komunikan.

    Item Type: Thesis (Masters)
    Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
    Divisions: Pascasarjana > Magister
    Depositing User: Arief Atmojo
    Date Deposited: 10 Dec 2017 08:56
    Last Modified: 10 Dec 2017 08:56
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36865

    Actions (login required)

    View Item