Strategi Pengembangan Obyek Wisata Sapta Tirta Pablengan Sebagai Wisata Ziarah di Kabupaten Karanganyar

TUREDO, GOMOS ABE (2017) Strategi Pengembangan Obyek Wisata Sapta Tirta Pablengan Sebagai Wisata Ziarah di Kabupaten Karanganyar. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (502Kb)

    Abstract

    ABSTRAK Gomos Abe Turedo, C9414026, 2017. “STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA SAPTA TIRTA PABLENGAN SEBAGAI WISATA ZIARAH DI KABUPATEN KARANGANYAR”. Program Studi Diploma III Usaha Perjalanan Wisata. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sapta Tirta merupakan salah satu Obyek Wisata Ziarah yang memiliki daya tarik wisata yang cukup menarik di Kabupaten Karanganyar. Obyek Wisata Sapta Tirta ini memiliki tujuh sumber mata air, dimana mata air tersebut memiliki manfaat yang berbeda – beda, Sapta Tirta Pablengan terletak di Desa Pablengan, Kecamatan Matesih Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi yang dilakukan langsung di obyek wisata Sapta Tirta Pablengan. Metode wawancara kepada pihak pengelola, wisatawan dan masyarakat sekitar untuk menggali informasi. Metode studi dokumen untuk mendapatkan referensi yang didapat dari perpustakaan, dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar. Studi Dokumen juga dilakukan untuk memperoleh daftar kunjungan wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi, strategi pengembangan dan faktor penghambat yang dihadapi dalam pengembangan obyek wisata Sapta Tirta Pablengan sebagai wisata ziarah. Hasil dari penelitian ini adalah obyek wisata Sapta Tirta Pablengan memiliki warisan budaya yang sampai sekarang masih dilestarikan oleh para peziarah. Strategi pengembangan yang dilakukan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga selaku pengelola adalah mengembangkan obyek wisata Sapta Tirta Pablengan dengan cara merenovasi sarana prasarana di obyek wisata tersebut. Rencana strategi pengembangan dibuat dalam bentuk jangka waktu panjang dan jangka waktu pendek. Salah satu langkahnya adalah melalui promosi dan pembuatan bak air hangat. Faktor penghambat yang mempengaruhi pengembangan obyek wisata Sapta Tirta Pablengan adalah struktur lembaga atau sistem manajemen dari obyek wisata tersebut yang merupakan milik pemerintah daerah sehingga alur birokrasinya tidak semudah jika dibandingkan dengan obyek wisata yang milik swasta. Faktor penghambar lainnya adalah tidak ada pungutan biaya masuk dan kurangnya informasi yang bisa diperoleh wisatawan tentang wisata ziarah yang ada di Sapta Tirta Pablengan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah obyek wisata Sapta Tirta Pablengan yang berada di Kabupaten Karanganyar memiliki potensi wisata budaya dan wisata ziarah. Obyek wisata Sapta Tirta Pablengan meerlukan strategi pengembangan yang tepat supaya bisa mendatangkan wisatawan dengan jumlah yang semakin besar. Kata Kunci : Sapta Tirta, pengembangan, potensi, strategi, obyek wisata.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
    Divisions: Fakultas Sastra dan Seni Rupa
    Fakultas Sastra dan Seni Rupa > D3 - Usaha Perjalanan Wisata
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 09 Dec 2017 13:46
    Last Modified: 09 Dec 2017 13:46
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36817

    Actions (login required)

    View Item