PENGABAIAN ALAT BUKTI PETUNJUK OLEH HAKIM SEBAGAI ALASAN KASASI PENUNTUT UMUM DAN PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG MEMUTUS PERKARA PENGGELAPAN DALAM JABATAN (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1243/K/PID/2015)

Nindito, Ganang Widyo (2017) PENGABAIAN ALAT BUKTI PETUNJUK OLEH HAKIM SEBAGAI ALASAN KASASI PENUNTUT UMUM DAN PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG MEMUTUS PERKARA PENGGELAPAN DALAM JABATAN (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1243/K/PID/2015). Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (776Kb)

    Abstract

    ABSTRAK GANANG WIDYO NINDITO. E0013195.PENGABAIAN ALAT BUKTI PETUNJUK OLEH HAKIM SEBAGAI ALASAN KASASI PENUNTUT UMUM DAN PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG MEMUTUS PERKARA PENGGELAPAN DALAM JABATAN (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1243/K/PID/2015). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengabaian alat bukti petunjuk oleh Hakim sebagai alasan Kasasi Penuntut Umum dan pertimbangan Mahkamah Agung memutus perkara penggelapan dalam jabatan.. Penelitian ini termasuk jenis penelitian hukum normatif,bersifatpreskriptifdanterapan. Denganpendekatankasus, menggunakanbahanhukumprimairdansekundair, teknikpengumpulanbahanhukumdenganstudidokumen/pustaka.Adapunteknik analisis yang digunakan yaitu dengan metode silogisme yang menggunakan pola berpikir deduktif,berdasarkanpremis mayor yaituperaturanPerundang-Undangan yang relevandanpremis minor faktahukumdalamPutusan Mahkamah Agung Nomor 1243/K/Pid/2015 dapatditarikkonklusi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan bahwa para Terdakwa mengajukan Kasasi dengan alasan Judex Facti tidak cermat menilai alat bukti, telahsesuaiketentuan Pasal 253 ayat (1) huruf aKUHAP. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Simalungun telah melakukan pengabaian alat bukti yang berupa petunjuk dalam proses persidangan dan tidak menerapkan hukum pembuktian secara tepat atau benar, bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa tidak merupakan tindak pidana hanya didasarkan pada pendapat yang sangat subjektif dari Majelis Hakim dengan alasan bahwa Terdakwa merupakan orang tua tunggal bagi anaknya yang masih kecil, pendapat tersebut bukanlah didapat dari fakta-fakta persidangan yang terungkap yang berupa alat bukti petunjuk.Hal ini telah sesuai dengan ketentuan pada pasal Pasal 256 Jo Pasal 193 Ayat (1) KUHAPdenganpertimbanganbahwa Hakim PengadilanSimalunguntelahmenerapkanhukumdengantidaksebagaimanamestinyadengantidakmemperhatikanalatbuktiberupapetunjuk di dalampersidangan, mengabulkan permohonan kasasi dari Penuntut Umum dan membatalkan Putusan lepas dari segala tuntutan hukum (Onslaght Van Alle Rechtsvervolging) yang dijatuhkan oleh Hakim Pengadilan Negeri Simalungundandan menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah untuk melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan serta menjatuhkan pidana penjara selama 5 (lima) bulan. Kata kunci : Alatbukti, Kasasi, PenggelapandalamJabatan.

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: K Law > K Law (General)
    Divisions: Fakultas Hukum
    Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
    Depositing User: Nanda Rahma Ananta
    Date Deposited: 09 Dec 2017 13:39
    Last Modified: 09 Dec 2017 13:39
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36812

    Actions (login required)

    View Item