Efek Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L. Urban) terhadap Hipertrofi Korteks Kelenjar Adrenal Tikus (Rattus novergicus) yang Diinduksi Stres Imobilisasi Kronik

HIDAYAT, ACHMAD NURUL (2017) Efek Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L. Urban) terhadap Hipertrofi Korteks Kelenjar Adrenal Tikus (Rattus novergicus) yang Diinduksi Stres Imobilisasi Kronik. Other thesis, Universitas Sebelas Maret.

[img] PDF - Published Version
Download (24Kb)

    Abstract

    Achmad Nurul Hidayat, G0011003, 2014. Efek Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L.Urban) terhadap Hipertrofi Korteks Kelenjar Adrenal Tikus (Rattus Novergicus) yang Diinduksi Stres Imobilisasi Kronik Latar Belakang: Stres kronik dapat berdampak negative terhadap kesehatan, terutama perubahan fisiologi axis-HPA (Hipothalamus-Pituitary-Adrenal). Masalah ini dapat diakibatkan karena sekresi kortisol yang berlebihan dan berdampak pada hipertrofi korteks kelenjar adrenal. Ekstrak Pegagan ini secara empirik dapat membantu menyembuhkan beberapa gangguan fisiologis tubuh, termasuk stres dan gangguan fungsi Axis-HPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstak Etanol Pegagan terhadap hipertrofi kelenjar adrenal tikus yang diinduksi stres imobilisasi kronik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan randomized post test only control group design. Sampel penelitian berasal dari 30 ekor tikus yang pada penelitian sebelumnya telah diberi perlakuan ekstrak Etanol Pegagan dan stres imobilisasi selama 6 jam per hari. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok kontrol (K) diberikan akuades 1 ml/kg BB, (P1) diberi stres + PGA, KP2 diberi stres + ektrak Etanol Pegagan 150 mg/kg BB, P3 diberi stres + ekstrak Etanol Pegagan 300 mg/kg BB, P4 diberi stress + ekstrak Etanol Pegagan 600 mg/kg BB, dan P5 diberikan stress + fluoxetin 10 mg. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Efek protektif terhadap kelenjar adrenal dinilai secara kuantitatif dengan melihat perbandingan medula dan tebal seluruh zona korteks kelenjar adrenal. Data dianalisis dengan One-Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey. Hasil: Hasil uji One-Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada enam kelompok dengan p = 0,012. Sedangkan, uji Post Hoc Tukey hanya menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol dengan perlakuan stres dengan ekstrak Etanol Pegagan dosis 300 mg/kg BB. Dosis paling optimal ditunjukkan pada ekstrak Etanol Pegagan dosis 600 mg/kg BB yang di buktikan dengan mean Rank sangat mendekati kontrol. Simpulan: Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L. Urban) memiliki pengaruh berupa penurunan terhadap tingkat hipertrofi korteks kelenjar adrenal tikus (Rattus novegicus) yang diinduksi stres imobilisasi kronik. Efek protektif ditunjukkan pada dosis 300 mg/kg BB dan optimal pada dosis 600 mg/kg BB. Kata Kunci: pegagan, stres, hipertrofi, adrenal Achmad Nurul Hidayat, G0011003, 2014. Efek Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L.Urban) terhadap Hipertrofi Korteks Kelenjar Adrenal Tikus (Rattus Novergicus) yang Diinduksi Stres Imobilisasi Kronik Latar Belakang: Stres kronik dapat berdampak negative terhadap kesehatan, terutama perubahan fisiologi axis-HPA (Hipothalamus-Pituitary-Adrenal). Masalah ini dapat diakibatkan karena sekresi kortisol yang berlebihan dan berdampak pada hipertrofi korteks kelenjar adrenal. Ekstrak Pegagan ini secara empirik dapat membantu menyembuhkan beberapa gangguan fisiologis tubuh, termasuk stres dan gangguan fungsi Axis-HPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstak Etanol Pegagan terhadap hipertrofi kelenjar adrenal tikus yang diinduksi stres imobilisasi kronik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan randomized post test only control group design. Sampel penelitian berasal dari 30 ekor tikus yang pada penelitian sebelumnya telah diberi perlakuan ekstrak Etanol Pegagan dan stres imobilisasi selama 6 jam per hari. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok kontrol (K) diberikan akuades 1 ml/kg BB, (P1) diberi stres + PGA, KP2 diberi stres + ektrak Etanol Pegagan 150 mg/kg BB, P3 diberi stres + ekstrak Etanol Pegagan 300 mg/kg BB, P4 diberi stress + ekstrak Etanol Pegagan 600 mg/kg BB, dan P5 diberikan stress + fluoxetin 10 mg. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Efek protektif terhadap kelenjar adrenal dinilai secara kuantitatif dengan melihat perbandingan medula dan tebal seluruh zona korteks kelenjar adrenal. Data dianalisis dengan One-Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey. Hasil: Hasil uji One-Way Anova menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada enam kelompok dengan p = 0,012. Sedangkan, uji Post Hoc Tukey hanya menunjukkan perbedaan signifikan antara kontrol dengan perlakuan stres dengan ekstrak Etanol Pegagan dosis 300 mg/kg BB. Dosis paling optimal ditunjukkan pada ekstrak Etanol Pegagan dosis 600 mg/kg BB yang di buktikan dengan mean Rank sangat mendekati kontrol. Simpulan: Ekstrak Etanol Pegagan (Centella asiatica L. Urban) memiliki pengaruh berupa penurunan terhadap tingkat hipertrofi korteks kelenjar adrenal tikus (Rattus novegicus) yang diinduksi stres imobilisasi kronik. Efek protektif ditunjukkan pada dosis 300 mg/kg BB dan optimal pada dosis 600 mg/kg BB. Kata Kunci: pegagan, stres, hipertrofi, adrenal

    Item Type: Thesis (Other)
    Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
    R Medicine > RA Public aspects of medicine
    R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
    Divisions: Fakultas Kedokteran > D4 - Keselamatan Kerja
    Depositing User: Rea Aisha Champa
    Date Deposited: 08 Dec 2017 22:32
    Last Modified: 08 Dec 2017 22:32
    URI: https://eprints.uns.ac.id/id/eprint/36753

    Actions (login required)

    View Item